Bitung | Tribuneindonesia.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung terus mematangkan langkah strategis dalam mengawal kualitas pilar demokrasi di wilayahnya.
Pada Kamis (22/10/26), lembaga penyelenggara pemilu tersebut menggelar rapat krusial guna membahas draf Nota Kesepahaman dan Kerja Sama bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung di MID Caffee, Bitung.
Langkah ini diambil KPU Kota Bitung sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan iklim Pemilu yang transparan, edukatif, dan akuntabel. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara penyelenggara Pemilu dan elemen penyebar informasi publik.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif dengan kehadiran berbagai pihak eksternal. Selain jajaran pengurus PWI Kota Bitung dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bitung, agenda ini juga menghadirkan perwakilan akademisi dari Sekolah Tinggi Bisnis Manajemen (STBM) Bitung serta STIE PETRA Bitung.
Membuka jalannya forum, Ketua KPU Kota Bitung, Deslie Sumampouw, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang berkenan hadir.
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif para mitra menjadi kunci utama dalam suksesnya agenda-agenda demokrasi ke depan.
Dalam arahannya, Deslie mengungkapkan bahwa perumusan kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi KPU RI. Langkah proaktif ini disiapkan khusus untuk menghadapi berbagai tahapan Pemilu, seiring dengan proses Revisi Undang-Undang Pemilu yang ditargetkan rampung paling lambat pada November 2026.
Deslie menambahkan, dinamika regulasi menuntut KPU di tingkat daerah untuk merangkul seluruh elemen masyarakat secara masif. Keterlibatan lintas sektor dinilai sangat krusial demi memastikan pelaksanaan pesta demokrasi berjalan sesuai cita-cita bersama.
”Jadi dalam rangka tersebut diupayakan merangkul semua stakeholder untuk bekerja sama, untuk memastikan jalannya demokrasi sesuai dengan cita cita kita bersama,”
jelas Sumampouw di hadapan para peserta rapat.
Tak hanya menitikberatkan pada insan pers, KPU Kota Bitung juga sengaja melibatkan perguruan tinggi lokal untuk memperkuat bobot akademis dalam sosialisasi kepemiluan. Sinergi tiga pilar penyelenggara, media, dan akademisi diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
”Semoga ini menjadi kolaborasi yang baik antara KPU, media massa dan para akademik yang ada di kota Bitung,”
kata Deslie penuh harap.
Mengenai progres administrasi, Deslie mengonfirmasi bahwa draf Nota Kesepahaman tersebut kini telah diteruskan ke KPU Provinsi Sulawesi Utara dan mendapatkan respons positif. Pihaknya optimistis draf tersebut segera mendapat persetujuan akhir dari KPU RI sebelum penandatanganan resmi digelar.
”Dan semoga disetujui oleh KPU RI, dan akan dilaksanakan penandatanganan bersama di HUT KPU pada 7 November 2026,”
tandasnya mengakhiri penyataan.
Menyambut iktikad baik tersebut, Ketua PWI Kota Bitung, Muaz Taizar Basalamah yang hadir didampingi Bendahara Yaser Baginda serta pengurus PWI Laode Ali Mardana dan Ferdinand Gioh menegaskan komitmen penuh jajarannya.
PWI menilai kerja sama ini sebagai ruang terbuka untuk memperluas edukasi politik, meningkatkan literasi kepemiluan, serta memacu partisipasi aktif masyarakat Kota Bitung.
”PWI selalu siap berperan melalui karya jurnalistik yang profesional, objektif, akurat dan berimbang dengan tetap menjaga kemerdekaan pers serta kode etik jurnalistik. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua lembaga dan masyarakat Kota Bitung,”
pungkas Ketua Muaz menutup pernyataannya. (kiti)













