PEPABRI dan PENA PUJAKESUMA Desak Mendikdasmen Galakkan Kembali PMP di Sekolah: Pendidikan Karakter Dinilai Mendesak

- Editor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG | Tribuneindonesia.com — Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) dan PENA PUJAKESUMA mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) agar kembali menggalakkan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Desakan tersebut disampaikan Ketua PEPABRI PURN TNI Saifullah bersama Ketua PENA PUJAKESUMA PURN TNI Zulsyafri. Keduanya menilai penguatan pendidikan moral dan karakter berbasis Pancasila perlu menjadi perhatian serius di tengah kekhawatiran terhadap perilaku sosial dan wawasan kebangsaan sebagian generasi muda.

Menurut Saifullah, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk kepribadian, akhlak, sopan santun, serta tanggung jawab sosial peserta didik.

Ia menilai, kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan pembentukan moral agar generasi muda tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kita melihat sendiri, banyak anak-anak kita pintar secara akademik, tetapi miskin akhlak. Kurang sopan santun, tidak peduli lingkungan, dan lemah wawasan kebangsaannya. Ini alarm bahaya,” ujar Saifullah.

Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian lebih besar terhadap penguatan pendidikan moral di sekolah. Menurutnya, penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan sejak usia dini.

PMP Dinilai Penting untuk Membentuk Karakter Generasi Muda
Senada dengan Saifullah, Ketua PENA PUJAKESUMA PURN TNI Zulsyafri menegaskan bahwa pendidikan moral memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter generasi penerus bangsa.

Menurut Zulsyafri, Pancasila tidak seharusnya hanya diajarkan sebagai materi hafalan di ruang kelas. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila harus dipahami dan diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

Ia menilai pengamalan nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kejujuran, kepedulian terhadap sesama, kedisiplinan, semangat gotong royong, serta tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

“Kami minta kepada Bapak Menteri Pendidikan untuk tidak ragu menggalakkan kembali PMP. Kembalikan pendidikan moral Pancasila ke kelas-kelas agar generasi penerus kami tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga berakhlak mulia, berbudi pekerti, cinta Tanah Air, dan peduli terhadap lingkungan alam semesta,” tegas Zulsyafri.

Baca Juga:  Miris! RS Alinda Husada Diduga Abaikan Pasien BPJS — Infus Habis Dibiarkan, GOWI Angkat Suara

Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan keluarga atau lingkungan masyarakat. Sekolah juga memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk serta memahami tanggung jawabnya sebagai warga negara.

Karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan moral perlu didukung melalui pembelajaran yang aplikatif, keteladanan tenaga pendidik, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah.

Pemerintah Didorong Mengkaji Kembali Kurikulum

PEPABRI dan PENA PUJAKESUMA berharap pemerintah pusat segera melakukan kajian terhadap kurikulum pendidikan nasional, khususnya mengenai efektivitas pembelajaran nilai-nilai Pancasila dan pendidikan karakter bagi peserta didik.

Mereka mendorong agar penguatan pendidikan moral berbasis Pancasila ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Kajian tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa pendidikan Pancasila tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga mendorong pembentukan sikap, kebiasaan, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mereka menilai pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Ketiga unsur tersebut dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter anak.

Bagi kedua organisasi tersebut, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan generasi mudanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh integritas, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, PEPABRI dan PENA PUJAKESUMA berharap aspirasi mengenai penguatan kembali pendidikan moral Pancasila dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan pendidikan nasional.

Mereka menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan harus mencakup pembentukan manusia yang cerdas, berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mencintai Tanah Air, serta memiliki kepedulian terhadap sesama manusia dan kelestarian lingkungan.

Dengan penguatan pendidikan karakter yang terarah dan berkelanjutan, mereka berharap generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita Terkait

GRPK Desak Kejari Deli Serdang Buka Progres Kasus Alsintan
Petani Batang Kuis Mengaku Diintimidasi, Ketua Ranting PP Batang Kuis Disorot
dr. Laura Christanty, Sp.A.: Menangis di Tengah Badai, Tetap Bertahan Melayani Anak-Anak Raja Ampat
Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.
Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja
Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:20

GRPK Desak Kejari Deli Serdang Buka Progres Kasus Alsintan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:12

Petani Batang Kuis Mengaku Diintimidasi, Ketua Ranting PP Batang Kuis Disorot

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:56

dr. Laura Christanty, Sp.A.: Menangis di Tengah Badai, Tetap Bertahan Melayani Anak-Anak Raja Ampat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:50

Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39

DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:41

Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak

Berita Terbaru

Sosial

Padepokan Kosgoro Ajak Masyarakat Hidup Damai 

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:05