TribuneIndonesia.com I Batang Kuis-Fajar belum menyingsing ketika suara benturan memecah telinga di simpang empat Kantor Perkebunan PTPN 1, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Jumat dini hari, 24 Juli 2026. Sebuah Toyota Avanza berwarna silver bernomor polisi BK 1176 KN mendadak meluncur ke dalam parit di sisi jalan. Mobil itu berhenti dalam posisi miring, dengan bagian bodi terjebak di dasar saluran yang cukup dalam.
di balik kemudi terdapat Adi Gendong, pemilik kendaraan. Ia selamat tanpa mengalami luka serius. namun, detik-detik sebelum mobilnya terperosok masih membekas di ingatannya.
menurut Adi, insiden bermula ketika ia hendak memarkir kendaraannya. Saat itu kondisi tubuhnya mendadak tidak stabil. Kepalanya terasa oyong sehingga konsentrasinya buyar. dalam keadaan tersebut, ia tidak menyadari jarak mobil dengan bibir parit semakin dekat. beberapa saat kemudian kendaraan meluncur dan jatuh ke dalam saluran drainase.
saya mau parkir. Tiba-tiba kepala saya oyong, tidak fokus lagi. Saya tidak sadar mobil sudah dekat parit sampai akhirnya masuk ke dalam,” tutur Adi.
Saat mobil berhenti di dasar parit, Adi masih berada di dalam kabin. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan dan membantu mengevakuasinya. Ia berhasil keluar dari kendaraan dalam keadaan selamat.
Setelah memastikan pengemudi aman, puluhan warga berusaha mengangkat mobil secara bergotong royong. berbagai cara dicoba, tetapi berat kendaraan dan kedalaman parit membuat upaya itu tidak membuahkan hasil.
mobil akhirnya dibiarkan tetap berada di dalam parit sambil menunggu kendaraan derek datang untuk melakukan proses evakuasi. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan simpang empat Desa Tanjung Sari pada Jumat dini hari.(Ilham Gondrong)

















