Deli Serdang | TribuneIndonesia.com – Jagat dunia maya Deli Serdang kembali digemparkan dengan aksi penipuan bermodus digital yang semakin canggih. Kali ini, nama dan foto seorang tokoh masyarakat sekaligus wartawan senior, H. Nurdin Barus, disalahgunakan oleh pelaku untuk meminta pinjaman uang melalui aplikasi WhatsApp.
Modus yang digunakan pun terbilang licik. Pelaku awalnya mengirimkan file PDF berupa undangan digital untuk menjebak calon korbannya. Setelah itu, dengan menggunakan identitas palsu H. Nurdin Barus lengkap dengan fotonya, pelaku mencoba meminjam uang dari sejumlah orang, termasuk di dalam grup-grup WhatsApp yang berisi rekan-rekan jurnalis dan kolega H. Nurdin Barus.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pribadinya, H. Nurdin Barus mengaku sangat terkejut dan kecewa mengetahui namanya dicatut untuk tindak kejahatan.
“Ini murni penipuan. Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Nomor WhatsApp saya tampaknya telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tolong teman-teman semua waspada. Sekarang penipuan makin canggih,” ujarnya, Rabu (6/8/2025) dengan nada prihatin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan seprofesi, agar tidak mudah percaya pada pesan-pesan yang mencurigakan.
“Kalau ada yang mengaku sebagai saya dan meminta uang, jangan langsung percaya. Periksa dulu, konfirmasi langsung ke orangnya. Jangan sampai jadi korban,” tambahnya.
Salah satu wartawan Deli Serdang, Ilham Gondrong, juga nyaris menjadi korban. Ia mengaku hampir terkecoh karena pelaku sangat meyakinkan.
“Saya sempat ragu, karena merasa tidak mungkin Pak H. Nurdin Barus meminjam uang. Akhirnya saya hubungi langsung beliau, dan ternyata benar, itu penipuan,” ungkapnya.
Ilham Gondrong pun menegaskan bahwa nomor WhatsApp H. Nurdin Barus telah diretas dan digunakan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.
“Hati-hati, teman-teman. Ini bukan hanya mencatut nama, tapi juga fotonya digunakan. Banyak yang bisa tertipu kalau tidak teliti,” katanya.
Atas kejadian ini, masyarakat dan komunitas wartawan diimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan digital yang makin marak dan sulit dideteksi. Kejahatan siber dengan modus penyalahgunaan identitas bukanlah hal baru, namun kini menjadi semakin berbahaya karena menyasar nama-nama terpercaya.
H. Nurdin Barus menegaskan agar siapa pun yang menerima pesan serupa untuk tidak menanggapi dan segera melaporkan ke pihak yang berwajib.
“Kalau ada yang merasa sudah menjadi korban atau punya informasi soal pelaku, harap segera lapor ke polisi. Jangan biarkan penipuan seperti ini terus merajalela,” pungkasnya.
Ilham TribuneIndonesia.com