Bireuen/Tribuneindonesia.com
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS di wilayah hukum Polda Aceh memasuki hari kedua, Selasa (tanggal 10 Februari 2026), dengan rangkaian kegiatan orientasi dan pemetaan penanganan bencana di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Perwira Pendamping, KBP Taufik Hidayat, S.H., S.I.K., M.Si. Dalam arahannya, KBP Taufik Hidayat menekankan pentingnya kedisiplinan, soliditas tim, serta kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Usai apel, rombongan mahasiswa STIK melaksanakan orientasi di Polres Bireuen yang disambut langsung oleh Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom. Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan gambaran umum situasi keamanan serta kondisi kebencanaan yang tengah dihadapi Kabupaten Bireuen, sekaligus mengapresiasi keterlibatan mahasiswa STIK dalam mendukung upaya penanganan bencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Kabagops dan Kabag SDM Polres Bireuen, yang menyampaikan data serta kebutuhan terkait penanggulangan dan penanganan bencana alam di wilayah Kabupaten Bireuen. Berdasarkan data yang dipaparkan, bencana banjir yang terjadi berdampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Tercatat, aktivitas pendidikan di wilayah terdampak terhenti selama kurang lebih 1,5 bulan. Selain itu, terdapat 30 titik pengungsian yang tersebar di 17 kecamatan, dengan jumlah pengungsi mencapai 2.097 jiwa. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan 40 orang meninggal dunia, serta 3 orang dinyatakan hilang dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian.
Dampak kerusakan infrastruktur juga cukup besar, meliputi 58 unit jembatan putus dan 76 unit jalan mengalami kerusakan, yang turut mempengaruhi akses mobilitas dan distribusi logistik masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa STIK Angkatan ke-83 melaksanakan kegiatan pemetaan lanjutan di Polsek Peusangan, guna memperoleh gambaran lebih detail terkait kondisi lapangan serta kebutuhan prioritas masyarakat di wilayah tersebut.
Melalui rangkaian kegiatan hari kedua ini, diharapkan mahasiswa STIK dapat menyusun pemetaan yang komprehensif sebagai dasar pelaksanaan program Dianmas selanjutnya, khususnya dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen.














