Dugaan Pungli PKH Berulang, Sikap Bungkam Kades Pasirsedang Tuai Pertanyaan

- Editor

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|Tribuneindonesia.com

Ramainya pemberitaan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pasirsedang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, hingga kini belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak pemerintah desa. Oknum Kepala Desa Pasirsedang diduga memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait isu yang menyita perhatian publik tersebut.

Dugaan pungutan tersebut mencuat setelah salah seorang warga Desa Pasirsedang, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi korban pungutan saat menerima bantuan PKH. Ia menyebut ibunya menerima bantuan sebesar Rp3,5 juta, namun diminta menyerahkan sejumlah uang oleh aparat setempat.

“Ibu saya dapat bantuan PKH Rp3,5 juta. Dari pegawai desa diminta Rp300 ribu. Setelah sampai di rumah, RT minta lagi Rp120 ribu,” ujar warga tersebut kepada wartawan, Selasa (06/01/2026).

Menurut pengakuannya, praktik pungutan tersebut tidak hanya dialami oleh keluarganya, melainkan hampir seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kampung Kubangpanjang. Besaran pungutan disebut bervariasi, tergantung jumlah bantuan yang diterima masing-masing KPM.

“Kalau bantuannya kecil dipungut Rp200 ribu, kalau besar Rp300 ribu oleh pegawai desa. Dari RT selalu diminta Rp120 ribu. Jadi total bisa sampai Rp420 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga:  IWO Bali Kupas Di Balik Penutupan TPA Suwung: Siapa Diuntungkan dari Sengkarut Sampah Bali dalam FGD

Warga tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah KPM PKH di Kampung Kubangpanjang mencapai lebih dari 40 orang. Ironisnya, dugaan praktik pungutan liar itu disebut telah berlangsung lama dan terjadi hampir setiap kali bantuan sosial dicairkan.

“Dari dulu setiap dapat bantuan memang selalu dipungut oleh orang desa,” katanya.

Tak hanya pada bantuan PKH, dugaan pungutan juga terjadi pada program bantuan sosial lainnya. Pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra beberapa waktu lalu, para KPM kembali diminta menyerahkan uang sebesar Rp100 ribu per orang.

“Padahal bantuan itu sangat membantu bagi orang yang tidak mampu. Tapi malah dipotong lagi,” pungkasnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pasirsedang belum memberikan tanggapan resmi meskipun telah dilakukan upaya konfirmasi oleh wartawan. Sikap bungkam tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terlebih isu yang beredar menyangkut hak masyarakat miskin dan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum perangkat desa.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak Kecamatan Picung, Inspektorat Kabupaten Pandeglang, serta aparat penegak hukum, guna memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik pungutan liar.”(Tim/red)

Berita Terkait

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir
Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad
Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas
MN KAHMI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, Singgung Potensi Makar
Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar
PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29