​Tragedi Berdarah di Kasawari: Pemuda 23 Tahun di Aertembaga Diduga Aniaya Ibu Hingga Tewas

- Editor

Jumat, 17 April 2026 - 02:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comSuasana tenang di Kelurahan Kasawari Lingkungan II, Kecamatan Aertembaga, seketika berubah menjadi mencekam, Jumat (17/04/26).

Seorang ibu rumah tangga berinisial AL (41) dilaporkan tewas mengenaskan setelah menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh darah dagingnya sendiri.

​Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tersangka utama dalam kasus ini adalah putra kandung korban, pria berinisial ET (23).

Terduga pelaku melancarkan aksinya menggunakan sebilah parang, yang menyebabkan luka fatal pada tubuh korban hingga nyawanya tak lagi tertolong.

​Kronologi peristiwa kelam ini bermula sekitar pukul 15.30 WITA di kediaman mereka.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya korban hanya memberikan teguran kepada pelaku, namun situasi tersebut justru memicu perdebatan sengit yang berujung pada aksi kekerasan tak terkendali.


​Amarah yang memuncak membuat ET gelap mata dan meraih senjata tajam untuk menyerang ibunya.

Akibat serangan membabi buta tersebut, AL menderita luka serius yang mengakibatkan pendarahan hebat di lokasi kejadian perkara.

​Melihat kondisi korban yang kritis, warga setempat segera memberikan bantuan dan melarikan AL ke Rumah Sakit dr. Wahyu Slamet.

Kendati tim medis telah berupaya maksimal melakukan tindakan darurat, takdir berkata lain; AL dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif.

​Mendapat laporan dari Pemerintah Kelurahan Kasawari, aparat kepolisian dari Polsek Aertembaga bergerak cepat.

Kapolsek AKP Denny Tampenawas, S.Sos., S.H., memimpin langsung personelnya menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.

Pencarian pelaku sempat berlangsung dramatis karena ET dilaporkan melarikan diri sesaat setelah kejadian.

Baca Juga:  17 Pemangku Adat dan 25 Pengurus Adat Aceh Tenggara dikukuhkan Bupati Aceh Tenggara

Namun, sinergi antara polisi dan warga setempat membuahkan hasil dengan ditemukannya persembunyian pelaku di kawasan pesisir pantai dalam waktu yang relatif singkat.

​Saat diringkus, ET ditemukan dalam kondisi terluka pada bagian tangan, sehingga petugas harus membawanya untuk mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu.

Kini, pelaku beserta barang bukti se bilah parang telah diamankan di kantor polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

​Kasus yang mengguncang publik Bitung ini secara resmi telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bitung.

Penanganan hukum selanjutnya akan dilakukan secara intensif sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku bagi pelaku kekerasan dalam keluarga.

​Menanggapi insiden memilukan ini, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek AKP Denny Tampenawas, S.Sos., S.H., menyampaikan rasa duka cita mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ia menekankan pentingnya kontrol diri dan pengendalian emosi dalam menjaga keharmonisan rumah tangga agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan yang merugikan bahkan menghilangkan nyawa. Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan keluarga dengan kepala dingin serta tidak ragu mencari bantuan apabila menghadapi tekanan emosional,”

ungkapnya pada kamis (16/04).

Kepolisian berkomitmen mengawal kasus ini secara transparan dan profesional demi tegaknya keadilan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan komunikasi yang sehat dalam menyelesaikan konflik keluarga serta tidak ragu meminta bantuan pihak berwajib jika mengalami tekanan psikologis yang membahayakan. (Kiti)

Berita Terkait

Listrik Jakarta Berulang Kali Padam, IWO Desak Evaluasi Total PLN hingga Pencopotan Dirut
Bupati Bireuen membuka Rakor GTRA Kabupaten Bireuen Tahun 2026
​Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sampaikan Penghormatan Terakhir kepada Laksma TNI Febri Yakob
Jasa Raharja Perkuat Transformasi Digital dalam Rakor Pembina Samsat 2026 di Semarang
Sosialisasi Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Dalam Rangka Bimbingan Teknis Tim Pendataan Rumah Rusak Tahap II Di Kabupaten Bireuen
DPC 212 Rakyat Makmur Sejahtera Kabupaten Tulungagung Prihatin Dengan Adanya Dugaan Pungli
Polsek Matuari Respons Cepat Keluhan Bau Limbah yang Viral di Media Sosial
SMKN 2 Bitung Perketat Keamanan Usai Insiden Penyerangan Siswa di Area Luar Sekolah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 06:51

Listrik Jakarta Berulang Kali Padam, IWO Desak Evaluasi Total PLN hingga Pencopotan Dirut

Kamis, 23 April 2026 - 05:56

Bupati Bireuen membuka Rakor GTRA Kabupaten Bireuen Tahun 2026

Kamis, 23 April 2026 - 03:38

​Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sampaikan Penghormatan Terakhir kepada Laksma TNI Febri Yakob

Kamis, 23 April 2026 - 02:21

Sosialisasi Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Dalam Rangka Bimbingan Teknis Tim Pendataan Rumah Rusak Tahap II Di Kabupaten Bireuen

Kamis, 23 April 2026 - 02:13

DPC 212 Rakyat Makmur Sejahtera Kabupaten Tulungagung Prihatin Dengan Adanya Dugaan Pungli

Kamis, 23 April 2026 - 01:03

Polsek Matuari Respons Cepat Keluhan Bau Limbah yang Viral di Media Sosial

Rabu, 22 April 2026 - 14:30

SMKN 2 Bitung Perketat Keamanan Usai Insiden Penyerangan Siswa di Area Luar Sekolah

Rabu, 22 April 2026 - 06:05

Percepat Kepastian Hukum, Pemkot Bitung Dorong Sertifikasi Tanah Melalui Program PTSL

Berita Terbaru