Dugaan Jual-Beli Dokumen Lelang, APH Didesak Usut Tuntas Formalitas Surat Dukungan Galian C

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Aliansi Masyarakat Gayo Lues Bersatu meminta Aparat Penegak Hukum (APH) diminta membongkar praktik jual beli dokumen dukungan galian C dalam proyek pengadaan barang dan jasa di pemerintahan kabupaten Gayo Lues, APH didesak secara khusus untuk turun tangan mengusut tuntas dugaan manipulasi berupa surat dukungan galian C yang hanya dijadikan formalitas demi memuluskan kemenangan tender.

Surat dukungan galian C dikeluarkan oleh CV. CV. Lhok Keutapang Utama yang beralamat di Desa Pasir Putih Kec. Pining Gayo Lues

Sebagaimana halnya dengan fungsi surat dukungan galian C (atau surat dukungan penyediaan material batuan/pasir/batu) berfungsi sebagai bukti komitmen resmi dari pemilik tambang atau penyedia material yang memiliki izin sah untuk menjamin ketersediaan bahan material bagi kontraktor yang mengikuti tender atau mengerjakan proyek konstruksi.

Namun dalam prosesnya pihak CV. Lhok Keutapang Utama diduga tidak pernah melakukan penyediaan material bagi pelaksana proyek sebagaimana dalam surat galian C yang dikeluarkan, pihak pelaksana proyek diduga mengambil atau membeli bahan material diluar dari prusahaan CV. Lhok Keutapang Utama

Dugaan ini semakin menguat mengingat lokasi perusahaan galian C milik CV. Lhok Keutapang Utama berada sangat jauh dari lokasi pengerjaan proyek, selain itu pasca bencana tahun 2025 lalu akses jalan juga blum bisa dilalui oleh kendaraan pengangkut material galian serta lokasi galian C milik CV. Lhok Keutapang Utama juga terdampak bencana.

Meskipun kemampuan secara real, komitmen penyediaan material tidak memungkinkan untuk dilaksanakan namun pihak CV. Lhok Keutapang Utama tetap mengeluarkan surat dukungan galian C atau (surat dukungan penyediaan material batuan/pasir/batu)

Baca Juga:  ​Hengky Honandar Teken PKS PSEL di Jakarta, Targetkan Bitung Bebas Sampah dan Mandiri Energi

Kewajiban menyertakan dokumen dukungan izin galian C yang sah bagi setiap peserta tender dinilai telah bergeser fungsi. Bukannya menjadi instrumen kendali regulasi lingkungan, proses ini disinyalir kuat telah berubah menjadi ajang bisnis ilegal melalui transaksi jual-beli surat dukungan dokumen antara oknum pengusaha tambang berizin dengan para peserta lelang.

“Praktik beli dokumen dengan tarif harga tertentu agar urusan administrasi berjalan mulus di atas meja ini sangat merugikan. Ini jelas-jelas tindakan memanipulasi syarat formil demi memenangkan proyek,” ungkap salah satu pengamat pengadaan barang dan jasa di Gayo Lues.

Dampak dari pembiaran modus formalitas ini dinilai berpotensi fatal. Tanpa adanya verifikasi faktual di lapangan, proyek-proyek pemerintah di Aceh rawan disuplai oleh material dari tambang galian C ilegal.

Akibatnya, daerah tidak hanya kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat maraknya underreporting atau manipulasi data produksi, tetapi juga melanggengkan kerusakan ekosistem dan lingkungan hidup akibat penambangan liar.

Publik kini menaruh harapan besar pada ketegasan jajaran Ditreskrimsus Polda Aceh untuk segera melakukan investigasi dan memeriksa rantai pengadaan dokumen lelang tersebut.

Langkah hukum yang tegas dan pemeriksaan faktual dari hulu ke hilir diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus membersihkan sistem pengadaan barang dan jasa dari praktik mafia dokumen.(Tim)

Berita Terkait

BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda hingga Pukul 23:00 WIB
SKANDAL MAFIA DOKUMEN LELANG GALIAN C DI GAYO LUES: DITRESKRIMSUS POLDA ACEH JANGAN JADI ‘MACAN OMPONG’!
Bupati Anwar Sadat Dorong Kajian 14 Mahasiswa PTDI-STTD Jadi Dasar Pengembangan Transportasi Tanjab Barat
Atap Lapuk Sejak 2006, Ruang Kelas SMPN 3 Gandapura Bireuen Terancam Ambruk
Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.
Bersuara Lantang di Gedung Rakyat, Richaed Mamuntu Tuntut Evaluasi Administrasi Kelurahan Soal Lahan Garapan
Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39

DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:41

Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:37

Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2026 Ditutup, UMKM dan Mama-Mama Lokal Ikut Meriahkan WTC

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:01

200 Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Warga Waisai Minta Peredaran Miras Ilegal Ditelusuri

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:09

HUT Prabowo Subianto, Yongky Kosamah Tegaskan Kader Gerindra Maybrat Siap Kawal Program Presiden

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:30

Wagub, Bupati,Resmi Buka Festival Pesona Raja Ampat 2026

Berita Terbaru

TNI dan Polri

Ustaz Zulfan Usulkan Program POLRI GEMILANG

Senin, 19 Okt 2026 - 11:42