RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM – Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau bersama Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan resmi membuka Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Kamis (15/10/2026).
Festival yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 itu menjadi ajang promosi pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengatakan festival harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mama-mama Papua yang mengembangkan usaha kerajinan, suvenir, dan kuliner tradisional.
Menurut Orideko, festival menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan Raja Ampat dan membuka pasar lebih luas.
“Kami sangat mengharapkan dari setiap kegiatan festival yang kami buat ini ada dampak terhadap pengembangan ekonomi, terutama bagi mama-mama kita dan UMKM yang ada di Raja Ampat,” kata Orideko saat diwawancarai sejumlah media, Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan pemerintah daerah akan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan dan memasarkan kerajinan, suvenir, serta kuliner khas daerah.
“Kalau bisa, mama-mama yang punya UMKM, yang memiliki kerajinan, bahkan kuliner, semuanya kita ajak. Kita coba promosikan supaya mereka bisa memperkenalkan kerajinan-kerajinan mereka,” ujarnya.
Orideko berharap keterlibatan UMKM berlanjut setelah festival sehingga produk lokal dapat dipasarkan secara berkelanjutan dan manfaat ekonomi pariwisata dirasakan masyarakat.
Pariwisata Harus Sejalan dengan Pelestarian Alam
Orideko juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai modal utama pariwisata Raja Ampat. Ia menyinggung kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
“Kita ingin pariwisata kita terus berkelanjutan. Kita berharap alam ini cepat pulih kembali,” kata Orideko.
Ia mengingatkan promosi pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan agar keindahan alam Raja Ampat tetap menjadi daya tarik wisata dan menopang kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap Festival Pesona Raja Ampat memperkuat promosi destinasi wisata, memperkenalkan budaya lokal, dan meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.
Wakil Gubernur Apresiasi Festival
Ahmad Nausrau mengapresiasi penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat promosi pariwisata dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam pembukaan tersebut, Wakil Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat lanjut usia (lansia).
Penyerahan bantuan disaksikan perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Luncurkan Program untuk Lansia
Selain membuka festival, Orideko menyampaikan peluncuran program yang dalam rekaman wawancara disebut sebagai Program Orisun, yang ditujukan bagi masyarakat berusia 65 tahun ke atas.
Menurut Orideko, lansia patut mendapat perhatian dan penghargaan atas kontribusi mereka dalam kehidupan dan pembangunan masyarakat.
“Walaupun usia 65 tahun ke atas bukan lagi usia produktif, kita harus menghargai mereka selama mereka hidup. Waktu masih muda, mereka juga sudah banyak memberikan sumbangsih,” ujarnya.
Melalui Festival Pesona Raja Ampat 2026 dan program bagi lansia tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap promosi pariwisata berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Festival berlangsung selama tiga hari, 15–17 Oktober 2026, dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, kerajinan, serta kuliner khas Raja Ampat.













