Bireuen/Tribuneindonesia.com
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SKB Kabupaten Bireuen, Senin (13 April 2026).

Bimtek yang mengusung tema “HKB 2026: Bersatu dalam Siaga, Tangguh dalam Bencana” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bireuen H. Ir. Razuardi, M.T. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari guru Sekolah Dasar (SD) dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berasal dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen.
Ketua penyelenggara kegiatan dari DMC Dompet Dhuafa, Achmad Lukman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan terhadap berbagai potensi bencana di lingkungan sekolah.
Menurutnya, program ini mengusung motto “Sekolah Aman, Belajar Tenang, Masa Depan Tangguh.” yang mencerminkan komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta mampu menghadapi situasi darurat.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen. Setelah mengikuti pelatihan, para guru juga akan diberikan sertifikat,” ujar Achmad Lukman.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain meningkatkan kapasitas guru dalam memahami mitigasi bencana, program ini juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, seperti penataan sarana prasarana sekolah, jalur evakuasi yang jelas, serta penentuan titik kumpul apabila terjadi keadaan darurat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Bimtek SPAB dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi lintas sektor dengan BPBD dan Dinas Pendidikan, hingga verifikasi lapangan di sejumlah kecamatan untuk memastikan kesiapan sekolah sasaran.
Selanjutnya para peserta mengikuti pelatihan selama dua hingga tiga hari secara tatap muka, yang mencakup kajian risiko bencana di lingkungan sekolah, penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi, penyusunan prosedur tetap (SOP) kedaruratan, hingga simulasi evakuasi warga sekolah.
Melalui kegiatan ini diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Bireuen dapat memiliki dokumen kajian risiko bencana, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, serta meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.


















