
Bogor – Seorang dokter umum berinisial DA yang membuka praktik di sebuah klinik di Jalan Nangka, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan ke polisi setelah diduga mengancam pasiennya menggunakan senjata tajam. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026).
Peristiwa bermula saat korban berinisial PBN mendatangi klinik tersebut untuk berobat. Setelah menunggu giliran, korban dipanggil masuk ke ruang pemeriksaan oleh dokter yang bersangkutan.
Menurut keterangan korban, dokter tersebut meminta dirinya melepas sandal sebelum masuk ke ruang pemeriksaan. Namun korban kemudian menanggapi dengan nada bercanda karena melihat dokter tersebut juga mengenakan sandal di dalam ruangan.
“Dokter itu mengatakan, ‘lepaskan sandal kamu’. Karena saya lihat dia juga pakai sandal, saya sempat bercanda mengatakan ‘abang juga pakai sandal’,” ujar korban menirukan percakapan saat kejadian.
Ucapan tersebut diduga memicu emosi sang dokter. Korban mengaku langsung dimarahi dan diminta keluar dari ruangan.
“Dia bilang, ‘ini rumah saya, yang punya aturan saya. Keluar kamu dari sini’,” kata korban.
Situasi kemudian memanas ketika dokter tersebut diduga mengambil sebilah golok dari dapur klinik dan mengayunkannya ke arah korban. Meski korban telah meminta maaf, dokter tersebut disebut masih dalam kondisi emosi dan bahkan menantang korban untuk melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Insiden tersebut juga disaksikan oleh putri korban yang masih berusia 10 tahun. Anak tersebut dilaporkan ketakutan dan berlari keluar ruangan setelah melihat ayahnya diancam dengan senjata tajam.
Merasa keselamatannya terancam, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor dengan didampingi kuasa hukumnya, James Sitorus, SH, dari Kantor Hukum James Sitorus & Partners.
Laporan tersebut telah diterima kepolisian dengan nomor LP/B/626/III/2026/SPKT/Polres Bogor/Polda Jawa Barat.
Kuasa hukum korban, James Sitorus, berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami berharap laporan klien kami diproses secepatnya oleh Polres Bogor dan pelaku dapat segera diamankan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar James pada Sabtu (14/3/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah wartawan masih berupaya meminta konfirmasi dari dokter yang bersangkutan. Namun, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.














