Bupati Monas Buka Pra Pora Cabang Pencak Silat Wilayah II Tekankan Sportifitas

- Editor

Senin, 18 Mei 2026 - 04:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Simeulue Tribune Indonesia.com
Acara pembukaan Pra Pora Cabang Pencak Silat ini diawali laporan ketua panitia oleh Muhammad Isa Arsalam Kegiatan ini sejatinya direncanakan November 2025 Namun karena suatu hal, baru terlaksana hari ini 17 Mai 2026,Sebanyak 150 atlet dan official telah hadir Siap berlaga mulai 17 hingga 20 Mei 2026. Dalam laporannya Sebelas wasit juri dan tiga panitia teknis IPSI Prov Aceh besar Akan memimpin pertandingan dengan adil dan profesional” jelasnya

Alhamdulillah, seluruh peserta dalam keadaan sehat walafiat
Semoga betah dan selamat menikmati kuliner khas Simeulue
Kami mohon Bapak Bupati berkenan membuka resmi Prapora Pencak Silat Wilayah II di Kabupaten Simeulue tercinta ini demikian laporan panitia
” tutup Isa Arsalam

Selanjutnya Bupati Simeulue Muhammad Nasrun resmi membuka Pra Pora Cabang Pencak Silat Wilayah II di Kabupaten Simeulue dengan pemukulan Gong , Pembukaan dihadiri Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN, serta hampir seluruh Kepala SKPK sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan budaya dan olahraga daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Monas menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan para atlet bahwa lawan adalah sarana untuk mengukur dan meningkatkan prestasi, bukan musuh. “Menang atau kalah itu biasa. Yang kalah harus mendukung yang menang untuk lebih maju, dan yang menang harus jadi motivasi bagi yang kalah untuk bangkit di pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Monas juga menyampaikan rencana pembinaan jangka panjang dengan mendorong adanya kelas dan guru pencak silat di sekolah-sekolah. Ia berharap langkah ini membuat warisan budaya Nusantara benar-benar hidup di kalangan generasi muda Simeulue. Pihak IPSI Provinsi menambahkan bahwa kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin agar lahir atlet-atlet unggul yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi dan nasional
” imbuhnya”

Baca Juga:  Diduga Dapodik Hingga Dana BOS di SDN 1 Darul Aman Tak Transparan

Dalam penyampaian nya, seketaris IPSI Provinsi Aceh menegaskan bahwa pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. “Kalau Korea bangga dengan taekwondo, Jepang bangga dengan karate, seharusnya kita bangsa Indonesia bangga dengan pencak silat yang lahir dari rahim Nusantara,
” katanya.

Ia menyebut pencak silat sudah ada sejak zaman perjuangan kemerdekaan, namun perlahan mulai ditinggalkan, upaya menghidupkan kembali budaya ini terus didorong. Prestasi pencak silat Aceh juga disebut mengalami peningkatan signifikan sejak 2016, dan kini mampu sejajar dengan daerah di Pulau Jawa.

IPSI Provinsi Aceh berharap wilayah Pantai Barat Selatan, termasuk Simeulue, mampu bersaing dengan wilayah Timur dan Utara. Ia meminta para wasit dan juri untuk menjaring atlet-atlet terbaik dalam pertandingan ini.

“Kami berharap ini bukan agenda yang pertama. Ke depan akan ada kejuaraan-kejuaraan pencak silat berikutnya di bumi Simeulue Ini , kejuaraan resmi pertama, dan kami mohon agar selanjutnya diagendakan lagi agar lebih banyak hadir di sini, dengan harapan agar pencak silat sebagai budaya bangsa terus lestari dan prestasi pencak silat Aceh semakin meningkat” Jelasnya

Berita Terkait

Kapolres Bitung Pimpin Mediasi Perselisihan Kep Anto vs Ical-Mario Mamuntu, Sepakat Berakhir Damai
Kantor Polsubsektor Percut Sei Tuan di Simpang Pasar 10 Tembung Diduga Kerap Kosong, Siapa yang Bertanggung Jawab?
RSUD Waisai Hadirkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Perkuat Layanan Kesehatan di Raja Ampat
Iskandar DPRA Desak Usut Tuntas Bom Ikan di Simeulue: “Pengawasan Laut Harga Mati!”
​Rotasi Jabatan di Polres Bitung: Kompol Bartholomeus Junov Resmi Jabat Wakapolres
IKL SPPG dan Pintu yang Ditutup
Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh
Kedepankan Dialog Humanis, AKBP Arie Sulistyo Berhasil Damai Pertikaian Warga di Pasar Tua
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 04:35

Rayakan HUT ke-11, Semeton Tridatu Gelar Bakti Sosial hingga Persembahyangan Bersama

Rabu, 16 September 2026 - 02:33

Personel Polsek Kota Juang terus menggencarkan upaya pencegahan Karhutla

Rabu, 16 September 2026 - 02:29

Tingkatkan Patroli Rutin, Polres Bireuen Perkuat Langkah Cegah Aksi Kriminalitas Di Masyarakat 

Selasa, 15 September 2026 - 16:24

Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh

Selasa, 15 September 2026 - 13:00

Dua Ruas Jalan di Jakarta Pusat Jadi Sorotan, Ada Apa? PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Stakeholder Siapkan Langkah Strategis

Selasa, 15 September 2026 - 08:25

SETAHUN KIPRAH PURBAYA YUDHI SADEWA DI KEMENKEU DAN ALASAN DI BALIK PENGGANTIANNYA

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 15:49

Kepala Kantor Anny Setiawati, A. PTNH., M.M., menerima kunjungan silaturahmi Dandim 0111 Bireuen beserta jajaran

Berita Terbaru