TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penentu peningkatan mutu pendidikan. Evaluasi hingga Juni 2026 memperlihatkan lebih dari separuh kepala sekolah masih berada pada kategori cukup, sehingga perubahan pola kepemimpinan, inovasi, serta kualitas pengelolaan sekolah menjadi tuntutan yang tidak dapat ditunda.
Pesan tersebut disampaikan dr H Asri Ludin Tambunan saat memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah di Grha Bhinneka Perkasa Jaya, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri 784 peserta yang terdiri atas kepala TK, SD, SMP, serta pengawas sekolah.
hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian kinerja kepala sekolah hingga Juni 2026 masih berada pada kategori cukup. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius agar kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan segera meningkat.
Lebih dari 50 persen kepala sekolah masih memperoleh penilaian kategori cukup. target berikutnya diarahkan agar capaian tersebut bergeser menuju kategori baik melalui pembaruan pola kerja, kreativitas, serta kepemimpinan yang mampu menghasilkan perubahan di lingkungan sekolah.
Peningkatan mutu pendidikan, menurut Asri Ludin Tambunan, tidak selalu ditentukan besarnya anggaran. Kepemimpinan yang kuat, kemampuan melahirkan inovasi, serta konsistensi mengelola sekolah dinilai lebih menentukan kualitas layanan pendidikan.
Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan empat kepala sekolah dengan capaian kinerja terbaik untuk memaparkan berbagai inovasi. Program yang dipresentasikan meliputi peningkatan jumlah peserta didik, sekolah bebas sampah plastik, penguatan literasi dan numerasi, pembelajaran interaktif, hingga pembiasaan pola hidup sehat bagi peserta didik.
Praktik-praktik tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi seluruh kepala sekolah agar kualitas pendidikan terus meningkat secara menyeluruh.
Penilaian kinerja kepala sekolah ke depan tidak lagi berfokus pada kondisi fisik sekolah. Aspek pembentukan karakter peserta didik menjadi indikator penting penilaian.
melalui Gerakan SAKOLA (Sampah Kita Olah), sekolah didorong membangun budaya disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Pada kesempatan itu juga disampaikan rencana pemberian insentif bagi PPPK Paruh Waktu melalui Perubahan APBD. Formasi pengangkatan menuju PPPK Penuh Waktu disiapkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan formasi serta hasil penilaian kinerja.
Asri Ludin Tambunan turut mengingatkan agar kepala sekolah membina PPPK Paruh Waktu secara profesional, terus mendorong peningkatan kualitas kerja, serta memastikan tidak terjadi pungutan dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah.(Ilham Gondrong)















