TribuneIndonesia.com I Medan-Piagam penghargaan diserahkan kepada Asri Ludin Tambunan Pada Minggu, 27 September 2026. Penghargaan itu berkaitan dengan dukungan terhadap kesehatan hewan, penanggulangan zoonosis, serta ketahanan pangan. di balik lembar penghargaan tersebut, ada pekerjaan jauh lebih besar. mengejar target Sumatera Utara bebas rabies pada 2030.
Piagam itu diserahkan Surya kepada Sekretaris Daerah, Dedi Maswardy, yang mewakili Asri Ludin Tambunan. Penyerahan berlangsung saat Perayaan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 di Lapangan Astaka Sport Center, Desa Medan Estate.
Angka vaksinasi menjadi salah satu ukuran penting. Sebanyak 15.000 ekor hewan penular rabies ditargetkan memperoleh vaksin. Capaian tersebut dicatat Museum Rekor-Dunia Indonesia. namun angka besar itu belum otomatis menyelesaikan persoalan rabies.
Nuryani Zainuddin dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebut vaksinasi hanya salah satu instrumen pengendalian. Surveilans, pemantauan penyakit, pelaporan kasus, pengelolaan populasi hewan penular rabies, sampai penanganan korban gigitan tetap diperlukan.
Kementerian Pertanian menyediakan 25.000 dosis vaksin rabies untuk kebutuhan nasional pada 2026. Sebanyak 30.000 dosis tambahan dialokasikan khusus bagi Sumatera Utara.
angka itu memperlihatkan persoalan lain. vaksin saja tidak cukup jika cakupan pemberian vaksin tidak merata. Hewan penular rabies yang tidak terjangkau vaksinasi tetap menjadi mata rantai penularan.
Dedi mengatakan pelayanan kesehatan hewan perlu terus diperluas. Vaksinasi, pemeriksaan, pengobatan, serta edukasi kepada pemilik hewan menjadi bagian penting untuk menekan risiko zoonosis.
Ia mengimbau masyarakat membawa hewan peliharaan ke Puskeswan untuk memperoleh vaksin rabies secara rutin. Pemilik hewan juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan serta perilaku hewan peliharaan.
Surya menyebut target bebas rabies 2030 tidak mungkin dicapai hanya melalui kerja aparatur. Organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat diperlukan untuk memperluas cakupan pengendalian.
Persoalannya bukan hanya jumlah vaksin yang tersedia. Sistem pelaporan kasus juga menentukan seberapa cepat seekor hewan terindikasi rabies dapat ditangani. Begitu pula korban gigitan membutuhkan penanganan cepat agar risiko fatal dapat ditekan.
Agenda World Rabies Day tahun ini juga memperlihatkan pendekatan yang lebih luas. ada pemeriksaan dan pengobatan hewan gratis, sterilisasi kucing dan anjing, serta aksi makan 10.000 butir telur.
namun ukuran keberhasilan akhirnya tetap berada pada kemampuan menekan kasus rabies, memperluas vaksinasi, memperbaiki pencatatan, dan memastikan korban gigitan memperoleh penanganan tepat waktu.
Target bebas rabies 2030 kini memiliki tenggat yang jelas. Empat tahun tersisa untuk memastikan target itu tidak berhenti sebagai angka kebijakan, tetapi dapat dibuktikan melalui penurunan kasus dan meningkatnya perlindungan terhadap manusia serta hewan.
Asri Ludin Tambunan menerima penghargaan atas dukungan terhadap agenda kesehatan hewan dan ketahanan pangan. Penghargaan itu sekaligus menempatkan daerah yang dipimpinnya pada bagian penting dari pekerjaan besar pengendalian rabies.(Ilham Gondrong)















