ACEH TAMIANG – Tribuneindonesia.com
Proyek Revitalisasi SMPN 4 Percontohan Karang Baru senilai Rp 2.835.612.000 dari APBN 2026 yang bersumber dari Direktorat Kemendikdasmen disorot tajam. Papan proyek menyebutkan pekerjaan meliputi 12 RKB + Ruang Admin, Ruang Guru, UKS, BK, Perpustakaan, Lab IPA, Lab Komputer, Toilet Siswa dengan waktu 120 hari (16 April – 13 Agustus 2026).
Namun hasil pantauan media di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran.
Di Lapangan menunjukan cat dinding tipis, belang, dan membayang, tidak menutup cat lama, Retakan di dinding tidak didempul, langsung ditimpa cat tipis hingga retakan masih menganga,Engsel jendela dan teralis besi berkarat tidak diganti atau dibersihkan terlebih dahulu
Pengakuan Kepsek dan Ketua P2SP Kepada Media Tribunelndonesia.com, Kepala Sekolah SMPN 4 Percontohan, Rudi Prawira, membenarkan Ketua P2SP adalah M. Saleh dari komite sekolah. Kepsek juga menyebut jenis cat yang dipakai adalah Cat Paragon dan proses pengecatan sudah melalui pengikisan cat lama, penggosokan, dan sealer. Ia juga menyebut pekerjaan tinggal finishing pengecatan dan pembersihan.
Sementara Ketua P2SP, M. Saleh, saat dikonfirmasi juga membenarkan keterlibatannya. “Melaksanakan pengawasan pekerjaan tehnis di lapangan,” tulisnya via WhatsApp
Ironisnya, dengan mengaku sebagai pengawas teknis lapangan, temuan cat tipis dan retak tidak didempul yang lolos justru menjadi pertanyaan besar soal kualitas pengawasan tersebut.Yang lebih janggal, saat ditanya pertanyaan paling krusial “Untuk perbelanjaan barang di belanjakan oleh siapa ya pak??” , Ketua P2SP M. Saleh terpantau tidak menjawab hingga berita ini diterbitkan,
Padahal transparansi siapa yang membelanjakan material untuk anggaran Rp 2,8 Miliar lebih tersebut wajib diketahui publik sesuai juknis revitalisasi yang mengedepankan swakelola.Hingga kini, redaksi masih membuka hak jawab seluas-luasnya bagi pihak P2SP SMPN 4 Percontohan sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Reporter:RG

















