Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

- Editor

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Habib Idrus Bin Abubakar Al Jufri, Saat Memberikan Taudziyah di Mesjid Al Ikhlas Girian Permai. (ft. talia)
‎

Habib Idrus Bin Abubakar Al Jufri, Saat Memberikan Taudziyah di Mesjid Al Ikhlas Girian Permai. (ft. talia) ‎

​Bitung | Tribuneindonesia.com – Masyarakat Gorontalo kembali memupuk tali silaturahmi sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M melalui pergelaran peringatan Maulid Nabi yang diinisiasi oleh Pengurus Tinelo Dana-Dana. Sabtu (26/09/26).

Acara keagamaan penuh khidmat tersebut bertempat di masjid Al Ihklas Girian Permai Kota Bitung sejak malam hari hingga berlanjut pada pagi hari.

​Suasana kehangatan serta kebersamaan terpancar jelas sewaktu keluarga besar dan warga sekitar berkumpul dalam momen silaturahmi ini. Perhelatan tersebut dirancang bukan sekadar untuk mempererat rasa kekeluargaan antaranggota dan generasi muda, melainkan juga untuk merawat tradisi budaya lokal serta nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

​Ustaz Sutarman Mahmud menyampaikan rasa syukur yang mendalam sewaktu melihat antusiasme dan keterlibatan seluruh elemen keluarga besar yang hadir.

Menurutnya, kehadiran anak-anak hingga generasi muda menjadi bukti nyata bahwa ikatan kekeluargaan tetap terjalin erat walau tidak seluruh orang dapat bertatap muka secara langsung setiap hari.

​Di tengah penyampaiannya, Ustaz Sutarman Mahmud mengupas secara mendalam makna tradisi kuliner khas Gorontalo bernama toyogo yang sarat akan nilai budaya.

Sutarman menjelaskan bahwa secara etimologi kata toyogo berakar dari kata toyyib dalam bahasa Arab, yang mengandung arti kebaikan yang dikerjakan oleh manusia.

​Keunikan toyogo terlihat dari anyaman daun kelapa muda (janur) yang membungkusnya, di mana setiap bagiannya memuat filosofi kehidupan yang sangat kuat.

Pohon kelapa menyimbolkan kebermanfaatan penuh bagi sesama, sedangkan batangnya yang menjulang tinggi menggambarkan keteguhan prinsip yang tidak gampang goyah walau diterpa rintangan angin kehidupan.


​”Toyongo atau toyogo itu dalam bahasa Arab berakar dari kata toyyib, yang bermakna kebaikan yang kita buat. Mengapa harus dianyam dari daun kelapa? Karena seluruh bagian pohon kelapa itu bermanfaat, dan batangnya menjulang tinggi walaupun diterpa angin, ia tetap berdiri kokoh,”


ujar Ustaz Sutarman Mahmud saat menguraikan makna tradisi tersebut.

​Ia juga memaparkan simbolisme tolangga atau tilangga yang menempati posisi lebih tinggi sebagai lambang keluhuran martabat dalam pandangan masyarakat Gorontalo.

Selain itu, penggunaan janur kuning (lomahu) melambangkan harapan akan kemakmuran serta keberkahan hidup, sehingga sajian toyogo kerap menjadi rebutan warga karena nilai sosial dan keindahannya.

​Meski membutuhkan ketelitian ekstra serta teknik menganyam yang rumit, warga setempat tetap konsisten menghadirkan sajian ini dalam tiap perhelatan penting.

Di balik bungkus anyamannya, toyogo menyajikan perpaduan hidangan khas seperti nasi kuning, nasi putih, bilili (qabuli), hingga waji yang merekam jejak sejarah akulturasi budaya Arab dan Gorontalo sekaligus menjadi simbol penghormatan kepada tamu.

​Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan majelis zikir dan pengajian keagamaan yang dipimpin oleh para tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. Seluruh jamaah mengikuti jalannya ritual zikir dengan penuh khusyuk sejak malam hingga pagi hari.

​Pada tahun ini, panitia mengusung tema besar “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk memperkuat kebersamaan, Kerukunan dan semangat kekeluargaan dalam Organisasi”. Tema ini dipilih guna menegaskan kembali pentingnya penguatan nilai persaudaraan di dalam wadah organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Khofifah Tidak Terlibat Korupsi Dana Hibah Jatim APBD 2021-2022

​Sederet tokoh penting tampak menghadiri kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus Tinelo Dana-Dana ini. Jajaran pengurus Lamahu yang hadir di antaranya Ketua Azhari Laisa, S.Sos., Sekretaris Dra. Hj. Ratna Otoluwa, dan Bendahara Hj. Susilawaty Huntoyungo, serta didampingi oleh Ketua BPD beserta unsur pimpinan masyarakat setempat.

​Perwakilan dari Bandhayo turut memeriahkan acara dengan hadirnya Hi. Tamrin Gani, S.E., dan Aiptu (Purn.) Hi. Hajir Eyato, serta dihadiri pula oleh Ketua Wolihi Motinelo, Karlin Paneo, S.Sos. Kehadiran para pimpinan lembaga adat dan organisasi ini menambah kekhidmatan jalinan silaturahmi.

​Elemen dari Tontoyu’o juga tampak memadati tempat acara, di antaranya Ketua Karlin Paneo, S.Pd., Sekretaris Anton Bobihu, Bendahara Margarethaa Abdullah, serta Pembina Letkol (Purn.) Yasi.

Kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga tradisi keagamaan.

​Dalam sesi ceramah keagamaan, penceramah ustadzah Habib Idrus Bin Abubakar Al Jufri menggarisbawahi pentingnya memaknai zikir secara lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa zikir tidak sebatas ucapan lisan kepada Allah SWT, tetapi juga mencakup tindakan nyata meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menebar kebaikan kepada sesama manusia.


​”Siapa pun yang mencintai sesuatu, tentu ia akan senantiasa mengingat dan menyatakannya dalam kehidupan sehari-hari,”


ujar ustadzah Abubakar di hadapan para jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.

​Lebih lanjut, Ustadzah Abubakar mengulas keharmonisan antara nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal di Gorontalo yang saling menopang dalam memperkuat benteng keimanan warga.

Pendekatan budaya yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah inilah yang dinilai berhasil menjaga kelestarian tradisi Islam di tanah Gorontalo hingga saat ini.

​Penceramah juga memberikan analogi mengenai rukun Islam sebagai tiang penopang utama dalam kehidupan beragama.

Ibarat pondasi bangunan yang tertancap kuat, keberadaan rukun Islam menjadi batas utama agar keimanan dan struktur sosial masyarakat tidak runtuh di tengah gempuran perkembangan zaman.

Secara khusus, ceramah tersebut mengulas konsep tinelo bahasa daerah yang berarti cahaya yang selaras dengan petunjuk Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 35, yang mencakup cahaya iman, ilmu, dan akhlak.

Penceramah menutup pemaparannya dengan mengulas filosofi kesenian tradisi Dana-Dana sebagai cerminan nilai persaudaraan (ukhuwah) dan kebersamaan antarwarga, acara diakhiri dengan santap siang bersama.

sementara itu, Dalam penyampaiannya pada peringatan Maulid Nabi, Ketua Lamahu, Azhari Laisa, S.Sos., mengisahkan sebuah fenomena berkesan tentang sekelompok warga yang berkumpul dan sibuk mempersiapkan seluruh kebutuhan acara hingga rela tidak tidur semalaman.

Uniknya, meski menguras tenaga, tidak tampak sedikit pun raut letih di wajah mereka; saat ditanya, rupanya lelah itu sirna begitu saja lantaran teralihkan oleh besarnya rasa cinta dan kerinduan mereka kepada Rasulullah SAW.

Azhari juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia serta pihak terkait lainnya dalam persiapan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan sukses.

diakhir acara tersebut sambutan penutup di sampaikan oleh Lurah setempat dengan penyampaian program Pemerintah Kota serta menjaga lingkungan yang aman nyan dan bersih.(kiti)

Berita Terkait

Revitalisasi SMPN 4 Percontohan Karang Baru Aceh Tamiang Anggaran Rp 2,8 Miliar Disorot, Ditemukan Cat Tipis dan Retakan Tak Didempul,Engsel berkarat,Diduga Dikerjakan Asal Jadi.
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Penghentian Penyelidikan Dipersoalkan, Kuasa Hukum Herly Minta Gelar Perkara Khusus
GRPK dan P2BMI Apresiasi Propam Polda Sumut Terkait Perkembangan Dumas
Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari
Gema Kemanusiaan di GOR Dua Sudara: Pemkot Bitung Apresiasi Peran Vital PMI dan Pembina PMR
21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima
82 Titik Sumur Bor dan Instalasi Air Bersih Bhayangkari Peduli di Aceh Diresmikan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:53

Buka Pelatihan Paralegal 2026, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penyelesaian Hukum Tingkat Tapak

Sabtu, 26 September 2026 - 06:35

Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim

Sabtu, 26 September 2026 - 06:28

Gelar Jum’at Berkah, Polantas Bireuen Berbagi Nasi Kotak Sambil Patroli

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 September 2026 - 05:47

Revitalisasi SMPN 4 Percontohan Karang Baru Aceh Tamiang Anggaran Rp 2,8 Miliar Disorot, Ditemukan Cat Tipis dan Retakan Tak Didempul,Engsel berkarat,Diduga Dikerjakan Asal Jadi.

Sabtu, 26 September 2026 - 00:30

Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 25 September 2026 - 22:04

Jamin Pendataan Menyeluruh, BPS Bitung Sisir Ulang Sensus Ekonomi 2026 di Girian Permai

Jumat, 25 September 2026 - 21:22

Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum

Berita Terbaru

Habib Idrus Bin Abubakar Al Jufri, Saat Memberikan Taudziyah di Mesjid Al Ikhlas Girian Permai. (ft. talia)
‎

Headline news

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 06:17