TribuneIndonesia.com I Barang Kuis-Kondisi jalan penghubung Desa Mesjid Dusun III menuju Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dikeluhkan warga. Selain rusak dan dipenuhi lubang, ruas jalan tersebut juga minim penerangan pada malam hari, Sabtu (19/9/2026).
Sepanjang sekitar 300 meter ruas jalan tersebut dipenuhi lubang yang menganga. Saat hujan, lubang-lubang itu tergenang dan menyerupai kubangan kerbau. Ironisnya, tidak satu pun tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) berdiri di sepanjang ruas jalan tersebut.
Kondisi itu membuat jalur tersebut gelap gulita pada malam hari. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan dan ekstra waspada karena lubang di badan jalan sulit terlihat dalam kondisi minim cahaya.
Riski (48), warga setempat, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan. Menurutnya, ketiadaan penerangan semakin memperbesar risiko bagi warga yang harus melintas pada malam hari.
“Tidak ada satu pun lampu di jalan penghubung antara Desa Mesjid Dusun III menuju Desa Paya Gambar. Kalau malam, kami harus ekstra hati-hati karena gelap total dan jalannya juga berlubang. Ini sangat membahayakan pengendara,” ujar Riski.
Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Lubang yang sulit terlihat dalam kegelapan berpotensi menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
Selain risiko kecelakaan, warga juga mengkhawatirkan keamanan ketika melintas di ruas jalan yang gelap tersebut.
“Tanpa penerangan, pengendara rawan mengalami kecelakaan. Kondisi jalan yang gelap juga membuat warga merasa tidak aman ketika melintas,” katanya.
Riski menyebut, ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut sebenarnya tidak terlalu panjang. Hanya sekitar 300 meter, namun kondisi jalan yang berlubang ditambah tidak adanya penerangan membuat akses tersebut terasa semakin rawan bagi pengguna jalan.
Karena itu, ia meminta Pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan perhatian dengan memperbaiki kondisi jalan sekaligus memasang PJU di sepanjang ruas tersebut.
“Penerangan jalan bukan kemewahan, tetapi kebutuhan warga. Kami berharap pemerintah segera memasang tiang PJU di sini agar warga bisa melintas dengan aman pada malam hari,” tegasnya.
Warga berharap keluhan tersebut segera mendapat respons dari Pemerintah, terutama instansi yang memiliki kewenangan menangani infrastruktur jalan dan penerangan.
Bagi masyarakat, keberadaan PJU bukan sekadar untuk menerangi jalan pada malam hari. Penerangan menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang keselamatan dan rasa aman pengguna jalan.
Warga khawatir, jika kondisi jalan berlubang dan minim penerangan itu terus dibiarkan, risiko kecelakaan serta gangguan keamanan bagi pengguna jalan akan tetap membayangi, terutama pada malam hari.

















