Minut | Tribuneindonesia.com – Tensi tinggi menyelimuti lapangan hijau saat dua kekuatan besar sepak bola usia dini Kota Manado bentrok di babak pamungkas, Minggu (20/09/26).
SSB Panzer Pegadaian Manado dan Bintang Utara Manado memperagakan duel sengit demi memperebutkan takhta juara turnamen sepak bola anak usia 12 tahun (U-12) dalam rangka HUT ke-4 Bongkar FC di Maen, Likupang, Minahasa Utara.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, kedua kubu langsung menyajikan drama jual beli serangan. Benturan fisik dan aksi tekel bersih mewarnai laga yang berjalan ketat serta penuh intrik ini, mengingat kedua tim sama-sama enggan memberikan celah bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Bintang Utara Manado akhirnya memecah kebuntuan lewat skema serangan yang tajam. Sosok Eja menjadi pahlawan kemenangan setelah sepakan terukurnya mengoyak jala lawan dan menjadi gol tunggal yang mengunci hasil akhir pertandingan.
Gol semata wayang dari kaki Eja tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Bintang Utara Manado merengkuh trofi juara. Hingga peluit panjang berbunyi, SSB Panzer Pegadaian Manado harus merelakan gelar juara melayang ke tangan rival setianya.
Prestasi Bintang Utara Manado kian sempurna setelah para pilar mudanya menyapu bersih penghargaan individu. Berkat kontribusi krusial dan aksi menawannya sepanjang laga, Eja resmi dinobatkan sebagai The Best Player turnamen.
Lini pertahanan Bintang Utara Manado juga tampil sangat solid sepanjang kejuaraan. Ketangguhan Celsie di bawah mistar gawang membuatnya diganjar penghargaan sebagai The Best Keeper atas ketenangannya mengawal benteng terakhir tim.
Keberhasilan memenangi duel bergengsi ini disambut rasa syukur mendalam oleh jajaran pelatih.
Pelatih kepala Bintang Utara Manado, Bung Amberkan, mengapresiasi kerja keras seluruh komponen tim yang tampil habis-habisan di lapangan.
”Alhamdulillah, tidak sia-sia perjuangan anak-anak kami serta dukungan dari para orang tua dan suporter. Kemenangan ini akan kami jadikan momentum untuk lebih memacu lagi talenta serta semangat anak-anak agar pada even-even lainnya bisa jadi juara, khususnya anak-anak binaan usia 9, 10, dan 11 tahun,”
ujar Bung Amberkan. Usai Pertendingan. (talia)















