Vira Wiara Dipercaya Pimpin Pordasi Equestrian Aceh, Bawa Semangat Baru untuk Prestasi Berkuda

- Editor

Rabu, 2 September 2026 - 06:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH — Olahraga berkuda di Aceh memasuki babak baru. Vira Wiara dipercaya memimpin Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Equestrian Aceh, dengan harapan mampu membawa pembinaan olahraga equestrian di daerah itu ke arah yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada prestasi.

Kepercayaan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga equestrian Aceh. Kepemimpinan Vira Wiara diharapkan tidak hanya mampu menggerakkan organisasi, tetapi juga memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menekuni olahraga berkuda.

Ketua Umum Pordasi Equestrian, D. Larasati, SH, mengatakan kepemimpinan Vira Wiara diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga equestrian di Aceh.

“Kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemajuan bagi olahraga equestrian di Aceh. Yang terpenting adalah bagaimana pembinaan atlet dapat berjalan dengan baik dan prestasi dapat terus ditingkatkan,” kata D. Larasati, Rabu (2/9/2026).

Menurut Larasati, kepemimpinan di tingkat daerah memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem olahraga berkuda yang berkelanjutan. Hal itu mencakup pembinaan atlet, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih dan juri, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

Dengan potensi dan tantangan yang dimiliki Aceh, kata dia, kepengurusan baru Pordasi Equestrian Aceh dituntut menghadirkan program yang konkret dan berdampak terhadap perkembangan olahraga berkuda.

Program tersebut antara lain pembinaan atlet usia muda, peningkatan kapasitas pelatih dan juri, penguatan klub-klub berkuda, serta peningkatan frekuensi dan kualitas kompetisi.

“Vira Wiara hadir dengan semangat membangun, bukan sekadar memimpin. Amanah ini menjadi kesempatan untuk menyatukan para pelaku olahraga berkuda Aceh dalam satu visi besar untuk menjadikan equestrian Aceh semakin kompetitif dan mampu berbicara di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Kericuhan Warnai Babak 8 Besar Turnamen Amuren Cup VIII Terhenti di Tengah Jalan

Potensi Besar dan Sport Tourism

Larasati menilai Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berkuda. Selain komunitas berkuda yang terus berkembang, sejumlah wilayah di Aceh memiliki karakter alam yang dinilai mendukung pengembangan olahraga berkuda sekaligus sektor sport tourism.

“Potensi olahraga berkuda di Aceh sangat besar. Selain memiliki komunitas yang terus berkembang, Aceh juga memiliki daerah-daerah dengan karakter alam yang mendukung pengembangan olahraga berkuda sekaligus sport tourism,” katanya.

Karena itu, ia mendorong Pordasi Equestrian Aceh membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KONI, komunitas berkuda, klub, pelaku usaha, hingga pihak lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan olahraga equestrian tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem olahraga prestasi dan pariwisata yang saling mendukung.

“Targetnya jelas, pembinaan harus berjalan, kompetisi harus hidup, atlet harus berkembang, dan prestasi harus menjadi tujuan utama,” tegasnya.

Ia menyebut agenda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2028 menjadi momentum penting bagi Aceh untuk mempersiapkan atlet dan organisasi secara lebih serius.

Menurut Larasati, kepercayaan kepada Vira Wiara sekaligus menjadi harapan baru agar olahraga equestrian Aceh tidak berhenti sebagai aktivitas olahraga dan hobi, tetapi berkembang menjadi ekosistem olahraga prestasi yang profesional dan berkelanjutan.

“Dengan kepemimpinan baru, Pordasi Equestrian Aceh diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berkualitas sekaligus mengangkat nama Aceh di berbagai ajang olahraga berkuda tingkat nasional,” tandasnya.

Berita Terkait

Pacu Kuda jadi Trauma Healing bagi Masyarakat Aceh, KONI Tegaskan Komitmen Bangkit Bersama
Gelar Kompetisi Antar-Klub dan TNI-Polri, Dankodaeral VIII Cup 2026 Rampung Digelar
Cairkan Sekat Hierarki, Kapolres Bitung dan Anggota Larut dalam Kemeriahan Lomba Kemerdekaan
Adu Penalti, Skor 5-3, dan Laga yang Menyisakan Pertanyaan
Semarakkan HUT ke-81 RI, Ellen Honandar Sondakh Pimpin Rombongan Fun Walk Hingga Blusukan ke Pasar
​Hadiri Pelantikan Pengurus Gojukai Sulut, Hengky Honandar Buka Ajang Perebutan Piala Wali Kota Bitung
Pemkot Bitung Apresiasi Kolaborasi Panitia, Open Turnamen Mini Soccer Dankodaeral VIII Cup Dimulai
Kantongi Dukungan Mayoritas, Wali Kota Bitung Resmi Nakhodai KONI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 07:30

Polres Bireuen Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Di Jembatan Bailey Kuta Blang  Pengendara Diimbau Jaga Ketertiban

Rabu, 2 September 2026 - 05:44

Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang Mulai Beroperasi, Hutama Karya Dukung Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera

Rabu, 2 September 2026 - 01:50

Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Ajak Warga Abah Lueng Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 1 September 2026 - 15:51

Polda Aceh Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 15:24

Arief Martha Rahadyan Dorong Pariwisata Naik Kelas, Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas

Selasa, 1 September 2026 - 08:05

Desa Alue Ceue, Kecamatan Jangka terima 2 Juta Benur Udang Vandame Budidaya di Bireuen

Selasa, 1 September 2026 - 05:15

Asisten lll Buka Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur,an Tahun 2026

Selasa, 1 September 2026 - 02:09

Kapolres Bireuen Silaturahmi Dan Perkuat Sinergi Dengan Ketua Pengadilan 

Berita Terbaru