Kecerobohan Wasit di Langowan Junior Cup Picu Aksi WO, PSSI dan Pemda Sulut Didesak Turun Tangan

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 13:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Bintang Utara FC Manado. (Ft. talia)

Tim Bintang Utara FC Manado. (Ft. talia)

Langowan | Tribuneindonesia.com Keputusan dramatis mewarnai partai puncak turnamen sepak bola anak usia dini Langowan Junior Cup yang digelar di Lapangan Schwarz Langowan, Minggu (13/9/26) sore.

Tim Bintang Utara FC Manado memilih walk out (WO) saat bertanding menghadapi tim IMM di babak final kategori umur 12 tahun (U-12).

Aksi meninggalkan lapangan pertandingan ini dipicu oleh kekecewaan mendalam dari pihak pelatih dan ofisial Bintang Utara FC.

Mereka menilai wasit yang memimpin jalannya laga final tersebut bertindak tidak profesional dan berat sebelah.

‎​Kepemimpinan wasit Denny D Antou dinilai banyak merugikan tim Bintang Utara FC sepanjang laga berlangsung. Sejumlah insiden pelanggaran keras di lapangan dibiarkan begitu saja tanpa adanya ketegasan berupa tiupan peluit atau hukuman dari sang pengadil lapangan.


Kondisi puncak terjadi ketika pemain IMM melakukan pelanggaran fatal di dalam area kotak penalti sendiri. Wasit Denny D Antou justru tidak memberikan hukuman penalti kepada tim IMM, yang memicu protes keras dari skuad Bintang Utara FC.


Pelatih Kepala Bintang Utara FC, Bung Amberkam, akhirnya mengambil langkah tegas untuk menghentikan pertandingan. Keputusan menarik diri diambil demi melindungi keselamatan para anak binaannya sekaligus menjaga marwah sportivitas serta prinsip fair play yang dinilai telah diabaikan dalam kepemimpinan wasit.

Bung Amberkam menyampaikan rasa kecewanya secara terbuka atas kepemimpinan pengadil lapangan pada partai final tersebut. Ia menyoroti dampak psikologis yang dialami anak-anak didiknya akibat keputusan wasit yang dinilai destruktif.


“Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit hari ini, anak-anak sangat dirugikan sekali. Mental mereka yang harusnya lewat pertandingan ini diajarkan tentang karakter dan moralitas yang merupakan bagian dari nilai-nilai fair play sepak bola, sama sekali dirusak oleh wasit,”


tegas Bung Amberkam.

Baca Juga:  Cairkan Sekat Hierarki, Kapolres Bitung dan Anggota Larut dalam Kemeriahan Lomba Kemerdekaan

Selain masalah kepemimpinan wasit, turnamen ini juga diterpa isu tak sedap mengenai indikasi kecurangan regulasi umur. Sejumlah pihak mengindikasikan adanya beberapa pemain dari klub tertentu yang usianya telah melewati batas maksimal yang diperbolehkan panitia.

‎​Ajang Langowan Junior Cup sendiri sejatinya menghadirkan beberapa kategori kelompok umur bagi Sekolah Sepak Bola (SSB). Turnamen ini mengompetisikan kategori binaan mulai dari usia 9 tahun, 10 tahun, 11 tahun, hingga kelas 12 tahun yang menjadi partai penutup.

Peristiwa ini turut memantik perhatian Korwil Sulut Tribuneindonesia.com, Ridwan Lahiya. Ia menegaskan perlunya perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, hingga Pemerintah Kabupaten terhadap keberadaan SSB di seluruh Sulawesi Utara.

Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat krusial untuk menyelaraskan semangat Presiden Prabowo dan Ketua Umum PSSI yang tengah gencar memajukan sepak bola nasional.

Kompetisi resmi yang digelar secara konsisten oleh Pemprov, Pemkab, dan Pemkot diyakini mampu menggairahkan pembinaan SSB di Sulut, sekaligus menjadi momentum bagi PSSI Sulut untuk segera mengambil langkah nyata demi kemajuan persepakbolaan daerah. (talia)

Berita Terkait

​Skuad bertabur bintang, Tim Jurnalis Bitung Melaju ke Putaran Kedua Piala Joune Ganda
Kejuaraan Karate Regional, Wali Kota Bitung Dorong Pembentukan Karakter Generasi Muda
Vira Wiara Dipercaya Pimpin Pordasi Equestrian Aceh, Bawa Semangat Baru untuk Prestasi Berkuda
Pacu Kuda jadi Trauma Healing bagi Masyarakat Aceh, KONI Tegaskan Komitmen Bangkit Bersama
Gelar Kompetisi Antar-Klub dan TNI-Polri, Dankodaeral VIII Cup 2026 Rampung Digelar
Cairkan Sekat Hierarki, Kapolres Bitung dan Anggota Larut dalam Kemeriahan Lomba Kemerdekaan
Adu Penalti, Skor 5-3, dan Laga yang Menyisakan Pertanyaan
Semarakkan HUT ke-81 RI, Ellen Honandar Sondakh Pimpin Rombongan Fun Walk Hingga Blusukan ke Pasar
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:27

Serap Aspirasi Diskusi Publik, Perumda Duasudara Bitung Buka Diri Terhadap Kritik Air Bersih

Minggu, 13 September 2026 - 12:56

Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola

Minggu, 13 September 2026 - 12:18

Rp9 Miliar Bergeser, Tiga Surat Jadi Penentu

Minggu, 13 September 2026 - 10:17

Pasar dan Terminal Deli Tua Diuji

Minggu, 13 September 2026 - 07:03

SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit

Minggu, 13 September 2026 - 04:59

Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik

Sabtu, 12 September 2026 - 12:47

Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran

Sabtu, 12 September 2026 - 10:47

Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rp9 Miliar Bergeser, Tiga Surat Jadi Penentu

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:18