Bitung | Tribuneindonesia.com – Komitmen menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok maritim nusantara terus digelorakan. Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Kedaulatan 2026 di Pulau Mahengetang, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Talaud), Sulawesi Utara, pada Minggu (13/9/26).
Masyarakat pesisir menyambut antusias kedatangan tim ekspedisi yang tiba membawa misi edukasi sekaligus layanan penukaran uang.
Rangkaian acara yang berlangsung di Kantor Desa Mahengetang tersebut dimulai tepat pada pukul 11.30 WITA dengan menghadirkan berbagai agenda krusial bagi warga setempat.
Sejumlah tokoh penting turut mendampingi kelancaran kegiatan perbatasan ini. Ketua Tim Bank Indonesia Yonathan Y. Kawalo hadir memimpin sosialisasi, didampingi Kadeops KRI Sidat-851 Lettu Laut (P) Abdul Rauf Santoso, Kepala Desa Mahengetang Mufti Ali Ibrahim, S.E., jenderal personel KRI Sidat-851, serta para tokoh adat dan agama setempat.
Dalam pemaparannya, Yonathan Y. Kawalo menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat perbatasan terhadap mata uang nasional.
Ia menyampaikan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi pembayaran yang sah, melainkan juga simbol utama kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah terluar.
Edukasi berlanjut dengan pelatihan praktis mengenali keaslian fisik uang kertas.
Tim Bank Indonesia memperagakan secara langsung metode “3D” (Dilihat, Diraba, Diterawang) kepada para warga agar mereka dapat membedakan uang asli dengan potensi peredaran uang palsu secara mandiri.
Selain teknik identifikasi, warga juga menerima panduan resmi mengenai prosedur penanganan uang rusak dan lusuh.
Tim membeberkan tata cara penukaran uang yang sudah tidak layak edar sesuai regulasi Bank Indonesia, sekaligus memberikan langkah hukum yang wajib dilakukan jika menemukan indikasi uang palsu.
Antusiasme warga memuncak saat memasuki sesi layanan penukaran uang baru yang dibuka secara langsung di lokasi. Warga memanfaatkan momen ini untuk menukarkan uang lusuh mereka dengan uang kertas emisi terbaru yang disediakan oleh Bank Indonesia.
Setelah seluruh rangkaian sosialisasi dan penukaran uang usai, kegiatan berlanjut dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antarinstansi dan masyarakat.
Tepat pukul 12.20 WITA, seluruh rangkaian acara di Pulau Mahengetang resmi berakhir dengan situasi yang terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Usai merampungkan aksinya di Pulau Mahengetang, Tim Ekspedisi Rupiah Kedaulatan bersama KRI Sidat-851 langsung bertolak membelah lautan.
Mereka melanjutkan pelayaran menuju sasaran berikutnya, yakni Pulau Kalama, demi memastikan pemerataan uang layak edar di seluruh pulau terdepan Sulawesi Utara. (kiti)




















