Bitung | Tribuneindonesia.com –Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla memimpin secara langsung upacara pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026.
Acara strategis ini berlangsung di Dermaga Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII pada Jumat (11/9/26), didampingi Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral VIII Laksma Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc. beserta jajaran pejabat utama.
Pelepasan KRI Sidat menjadi penanda dimulainya pelayaran dinas ini ke berbagai pulau di wilayah Indonesia.
Program kolaborasi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia tersebut bertujuan mendistribusikan uang Rupiah layak edar, sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak dari masyarakat di kawasan terpencil.
Di sela-sela kegiatan, Dery Triesananto Suhendi menegaskan komitmen penuh instansinya dalam mengawal seluruh kebijakan serta agenda strategis nasional.
Pihaknya senantiasa memastikan kesiapan alutsista untuk menyukseskan program pemeliharaan kedaulatan mata uang di wilayah perairan nusantara.
”Kami selalu siap membantu program pemerintah, khususnya terkait persiapan armada kapal guna menunjang kelancaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke pulau-pulau perbatasan dan terisolasi,”
ujar Dankodaeral VIII, Dery Triesananto Suhendi.
Selain menyiagakan unsur alutsista kelautan, Kodaeral VIII menempatkan para prajurit terlatih di atas KRI Sidat selama misi berlangsung.
Jajaran Satrol Kodaeral VIII mendistribusikan personel pendukung teknis demi mengantisipasi berbagai dinamika operasional di tengah laut.
Dankodaeral VIII menekankan bahwa pengawasan medis menjadi prioritas penting dalam pelayaran jarak jauh ini.
Tim kesehatan disiagakan guna memastikan kondisi fisik seluruh kru KRI maupun tim ekspedisi tetap optimal selama menjalankan tugas kedaulatan tersebut.
”Tahun ini kami menyiapkan personel KRI secara optimal, khususnya tenaga kesehatan yang tergabung dalam Satrol Kodaeral VIII untuk menjamin keselamatan serta stamina seluruh tim pelayaran,”
tambah Dery.
Selain itu, pengamanan di pulau terluar seperti Miangas mendapatkan perhatian khusus melalui pengerjaan Satuan Tugas (Satgas) terpadu.
Kodaeral VIII menjalin sinergi erat bersama TNI AD, TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk menjaga stabilitas keamanan serta mengawal keutuhan wilayah kelautan Indonesia. (kiti)



















