Kepala BNNP Aceh Ajak Ulama dan Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba

- Editor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA/Tribuneindonesia.com

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta pemerintah daerah, untuk bersatu dan memperkuat upaya bersama dalam memerangi narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala BNNP Aceh saat menghadiri acara peusijuek di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Selasa malam, 18 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Aceh menerima prosesi peusijuek yang dilakukan oleh Waled Muhammad Azawahiri, Wakil Ketua MPU Pidie Jaya, sebagai bentuk penghormatan dan doa dalam menyambut kehadirannya sebagai tamu sekaligus putra Pidie Jaya yang sedang kembali ke kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Diperlukan persatuan, kepedulian, dan kekuatan seluruh elemen masyarakat untuk melindungi Aceh, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Saya mengajak seluruh tokoh Aceh, para ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Aceh untuk bersatu melawan narkoba. Jangan sampai kita terpecah oleh perbedaan kepentingan. Ancaman narkoba jauh lebih besar dan membutuhkan kekuatan kita bersama untuk menghadapinya,” ujar Dedy.

*Bersatu, Aceh Akan Lebih Kuat*

Menurut Dedy, Aceh memiliki kekuatan sosial yang besar melalui peran ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga aparatur gampong. Kekuatan tersebut perlu disatukan dalam sebuah gerakan bersama untuk menghadapi ancaman narkoba.

“Kalau kita bersatu, kita akan menjadi kuat. Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, ancaman narkoba akan semakin mudah masuk dan merusak generasi kita. Mari kita satukan kekuatan, langkah, dan komitmen untuk menyelamatkan Aceh dari narkoba,” tegasnya.

Baca Juga:  Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 4 WNA Kelompok 'Bonnie Blue' Terkait Pelanggaran Lalu Lintas dan Izin Tinggal

Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak menjadi alasan untuk melemahkan persatuan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Jangan sampai kita terpecah, sementara ancaman narkoba terus bergerak. Mari kita fokus pada musuh bersama. Lindungi anak-anak kita, lindungi keluarga kita, dan lindungi masa depan Aceh,” ungkapnya.

*Ulama dan Tokoh Adat Jadi Benteng Masyarakat*

Dedy menilai ulama dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Nilai-nilai agama, budaya, serta kearifan lokal dapat menjadi kekuatan penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat gampong.

Karena itu, BNNP Aceh terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, ulama, tokoh adat, lembaga pendidikan, dayah, pemuda, serta aparatur gampong dalam memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Kita harus membangun benteng mulai dari keluarga, sekolah, dayah, gampong, hingga lingkungan masyarakat. Di sinilah peran ulama dan tokoh adat menjadi sangat penting,” katanya.

Dedy berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus tumbuh di seluruh kabupaten/kota di Aceh sehingga terbentuk gerakan masyarakat yang kuat, terpadu, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Mari kita bergandengan tangan. Ulama, pemerintah, aparat, tokoh adat, pemuda, dan seluruh masyarakat harus berada dalam satu barisan. Dengan persatuan, kita kuat. Dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi ancaman narkoba dan menyelamatkan generasi Aceh,” pungkasnya.

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Lapas Bitung: Perkuat Harmonisasi dan Sportivitas Warga Binaan
Kolaborasi PT Jasa Raharja ( Persero ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta dan BPJS
Diduga Hilang Konsentrasi, Xeniaa Terobos Toko Ponsel di Jalan Kutacane–Medan / Kamis, 20 Agustus 2026 / 13.27.00 WIB
Ir. H. Mukhlis, S.T menghadiri MUSDA VII DPD II Golkar Kab.Bireuen
Jepang Memberi Makan Gratis Lebih dari 100 Tahun Tanpa Keracunan — Ini Pelajaran untuk Pemimpin Negeri Ini
Bupati Bireuen Dikukuhkan Sebagai Wakil Koordinator FKKA Periode 2025–2030
Antara Ketidaksukaan, Kedisiplinan, dan Runtuhnya Dinasti Terdahulu,Klarifikasi Tegas PLT Kepsek SMPN 2 Kejuruan Muda” Semua Demi Anak Didik”,
Rentetan Pejabat Mundur di Aceh Tengah: Alarm Tata Kelola atau Sekadar Pergantian Birokrasi?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51

Kepala BNNP Aceh Ajak Ulama dan Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:45

HUT ke-81 RI di Lapas Bitung: Perkuat Harmonisasi dan Sportivitas Warga Binaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:16

Diduga Hilang Konsentrasi, Xeniaa Terobos Toko Ponsel di Jalan Kutacane–Medan / Kamis, 20 Agustus 2026 / 13.27.00 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:59

Ir. H. Mukhlis, S.T menghadiri MUSDA VII DPD II Golkar Kab.Bireuen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:37

Jepang Memberi Makan Gratis Lebih dari 100 Tahun Tanpa Keracunan — Ini Pelajaran untuk Pemimpin Negeri Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:41

Bupati Bireuen Dikukuhkan Sebagai Wakil Koordinator FKKA Periode 2025–2030

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:03

Antara Ketidaksukaan, Kedisiplinan, dan Runtuhnya Dinasti Terdahulu,Klarifikasi Tegas PLT Kepsek SMPN 2 Kejuruan Muda” Semua Demi Anak Didik”,

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:54

Rentetan Pejabat Mundur di Aceh Tengah: Alarm Tata Kelola atau Sekadar Pergantian Birokrasi?

Berita Terbaru