Bekasi/Tribuneindonesia.com
Sungguh ironis negeri ini. Negeri yang penuh dengan korupsi yang merajalela, sudah menggurita, sudah berakar ke mana-mana, sampai ke tulang sumsum bangsa ini. Rakyat terus disiksa dengan pajak — pajak badan, pajak penghasilan, pajak di mana-mana. Rakyat membayar, rakyat menanggung beban, rakyat berkorban setiap hari. Tapi apa yang diberikan eksekutif, legislatif, dan yang duduk di dewan? Bukan kemakmuran untuk rakyat — melainkan mementingkan kepentingan oligarki, kekuasaan, dan kemewahan diri pribadi mereka sendiri. Kamis 20 Agustus 2026
Semakin tinggi jabatan, semakin mewah hidupnya. Semakin banyak kekuasaan, semakin jauh dari rakyat. Dan yang paling menyakitkan — para koruptor itu justru diperlakukan dengan istimewa. Penjara yang seperti hotel, fasilitas yang lengkap, keluarga yang tetap menikmati hasil curian. Di mana moral bangsa ini? Di mana keadilan yang seharusnya sama untuk semua orang?
Mengapa rakyat yang salah sedikit saja langsung dihukum berat, tapi yang mencuri milyaran uang rakyat justru hidup mewah dan aman? Apakah hukum itu hanya berlaku untuk yang lemah, tapi tunduk kepada yang berkuasa?
Mari kita belajar kepada bangsa Tiongkok. Di sana, uang rakyat yang dicuri — tidak ada ampun. Tidak ada perlindungan, tidak ada istimewa karena jabatan. Di Tiongkok, korupsi yang berat — langsung dihukum mati. Bukan karena kejam — tapi karena mereka sadar: mengkhianati rakyat dan mencuri masa depan bangsa itu adalah kejahatan yang paling berat. Dan lihatlah hasilnya — bangsa Tiongkok hingga hari ini sangat beradab, sangat bermoral, sangat maju, dan menjadi kekuatan dunia. Bukan karena mereka lemah terhadap kejahatan — tapi karena mereka tegas terhadap siapa pun yang merugikan rakyatnya.
Itulah pelajaran yang harus kita ambil. Bukan berarti kita harus meniru segalanya — tapi kita harus sadar: tanpa ketegasan terhadap korupsi, tidak akan ada kemajuan yang sejati.
Mari bangsa ini sadarlah. Bila kita ingin peradaban ini maju — maka kita harus tegas menindak korupsi di negeri ini. Lakukan yang terbaik bagi rakyat, bukan menghancurkan negeri ini demi kepentingan diri sendiri, demi gengsi, demi elit-elit kekuasaan yang hanya memikirkan perut sendiri.
Bila tidak dilakukan perubahan yang sejati — maka bangsa ini akan menjadi catatan sejarah yang hilang. Cerita tentang negeri yang kaya raya, tapi dihancurkan oleh pemimpinnya sendiri — dan rakyat yang menderita sendirian.
Jangan biarkan itu terjadi. Tegaslah kepada korupsi. Sama rata hukumnya. Sama berat tanggung jawabnya. Karena uang rakyat itu titipan — bukan milik penguasa untuk dihabiskan sesuka hati. Dan kalau penguasa lupa itu — maka sejarah akan mencatat: bangsa ini hancur bukan karena dijajah musuh dari luar, tapi karena dikhianati oleh pemimpinnya sendiri dari dalam.
























