TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Empat puluh lima remaja berdiri dengan seragam putih, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Mereka baru saja menerima tugas mengibarkan dan menurunkan Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. di balik barisan yang tampak rapi itu, ada proses panjang yang jarang terlihat.seleksi, pembinaan, pendidikan, latihan fisik, serta penanaman disiplin.
Pengukuhan berlangsung di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam. Lom Lom Suwondo, pejabat yang memimpin acara tersebut, menyematkan tanggung jawab itu kepada 45 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.
tugas mereka terukur secara waktu, tetapi berat secara makna. Kesalahan satu gerakan dapat terlihat oleh seluruh peserta upacara. Karena itu, latihan Paskibraka tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris. Ketepatan gerak, konsentrasi, kepatuhan terhadap aba-aba, serta kemampuan menjaga formasi menjadi bagian dari proses panjang menuju hari pelaksanaan.
Lom Lom menyebut para anggota Paskibraka telah melewati seleksi, pembinaan, pendidikan, dan pelatihan dengan disiplin serta kerja keras. Ia menyebut pengibaran Sang Merah Putih sebagai amanah yang harus dijalankan dengan rasa bangga, ikhlas, dan tanggung jawab.
ada pula pesan yang lebih luas. Para anggota Paskibraka diminta membawa nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air ke kehidupan sehari-hari. artinya, ukuran keberhasilan mereka tidak berhenti ketika bendera telah mencapai puncak tiang.
Pekerjaan itu juga melibatkan banyak pihak. Pelatih, pembina, Purna Paskibraka Indonesia, TNI, Polri, panitia, serta orang tua ikut menopang proses pembentukan 45 anggota tersebut. Setiap unsur memiliki tugas masing-masing, dari latihan teknis sampai dukungan moral bagi para peserta.
Pengukuhan itu sekaligus menjadi pintu menuju tugas utama pada 17 Agustus. Empat puluh lima anggota Paskibraka akan mengambil posisi pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat daerah.
di atas lapangan upacara, perhatian biasanya tertuju pada bendera dan barisan pengibar. namun sebelum aba-aba pertama terdengar, pekerjaan yang lebih panjang telah mereka jalani. di sanalah ukuran kesiapan Paskibraka sesungguhnya diuji.bukan pada tepuk tangan setelah upacara, melainkan pada kemampuan menjalankan setiap perintah secara presisi ketika seluruh mata tertuju kepada mereka.
Pengukuhan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Hamdani Syahputra, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, serta peserta upacara Paskibraka.
Kini 45 anak muda itu menunggu satu hari yang menjadi ujian terakhir dari rangkaian latihan mereka. Merah Putih akan naik ke puncak tiang. Mereka dituntut memastikan setiap langkah, gerakan, dan aba-aba berjalan tanpa cela.(Ilham Gondrong)



















