Maluku dan Indonesia Timur — Membangun Peradaban, Tapi Dianggap Anak Tiri

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi,/Tribuneindonesia.com

Saya akan membangun dan saya yakini: generasi Maluku dan Indonesia Timur adalah bangsa yang luar biasa, bangsa yang mampu membangun peradaban bagi diri sendiri maupun bagi bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Tetapi sungguh sangat ironis — pusat negeri ini seakan-akan melupakan semuanya itu. Bahkan para pahlawan yang lahir dari tanah ini pun seakan dilupakan, namanya dihapus dari ingatan, jasadnya dihormati sebentar tapi jiwanya diabaikan selamanya. Kamis 13 Agustus 2026

Kembalikanlah keberadaan dan harga diri bangsa Maluku! Karena bangsa Maluku adalah bangsa yang besar, yang pernah membangun peradaban, yang menjadi jembatan antar-pulau dan antar-bangsa. Di tanah ini dulu perdagangan berjalan, di laut ini dulu saudara bersalaman, di bukit ini dulu iman ditegakkan — sebelum banyak tempat lain bahkan belum dikenal.

Mari kita lihat, bukan hanya Maluku yang pernah dilupakan:

– 🇵🇭 Filipina bagian selatan — dulu terasa jauh dan terlupakan, tetapi sekarang berdiri dan maju karena diperhatikan dan dibangun
– 🇨🇳 Wilayah pedalaman Tiongkok — dulu dianggap jauh, terasing, dan tidak penting. Tetapi pemimpinnya datang, melihat, lalu membangun jalan, sekolah, dan akses. Kini mereka ikut memajukan negaranya, bukan menjadi beban
– 🇳🇴 Daerah utara Norwegia — jauh di ujung benua, dingin, dan sedikit penduduknya. Tidak diabaikan. Sekolah dibangun, internet dipasang, akses dibuka. Hasilnya? Mereka ikut berkontribusi, tidak tertinggal, dan tetap merasa bagian utuh dari negaranya
– 🇮🇩 Papua dan Nusa Tenggara — sama seperti Maluku, berada di ujung negeri, kaya sumber daya alam tetapi miskin perhatian. Sama seperti Maluku, mereka menunggu lama sekali, dan sering kali merasa tidak diinginkan

Baca Juga:  Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP

Lalu di negeri kita sendiri?
Kalau penguasa negeri ini terus memperlakukan Maluku dan Indonesia Timur seperti anak tiri — hanya diambil hasilnya, tidak dibangun hidupnya, hanya dikunjungi saat musim kampanye, lalu dilupakan lagi — maka kegagalan bangsa ini sudah ada di depan mata. Dan dampaknya sangat fatal:

❌ Rakyat tidak akan merasa memiliki negara — mereka akan merasa negara hanya menumpang di tanah mereka
❌ Pahlawan yang dulu berjuang bersatu akan terasa sia-sia pengorbanannya
❌ Kekayaan alam berlimpah diambil, tapi kemiskinan tetap tinggal di tempatnya
❌ Persatuan yang dipaksakan dari jauh akan retak dari dalam — karena tidak dibangun di atas keadilan dan kasih sayang yang nyata

Bangsa yang bijaksana tidak melupakan ujung negerinya. Bangsa yang besar tidak membedakan anak-anaknya hanya karena dia lahir di pulau yang berbeda.

Mari kita tegaskan ini dengan lantang:

Maluku dan seluruh Indonesia Timur bukan daerah tambahan, bukan daerah yang diingat saat ada masalah saja. Mereka adalah bagian dari jantung negeri ini. Kembalikanlah perhatian, kembalikanlah keadilan, kembalikanlah pembangunan yang nyata — bukan janji di atas kertas. Karena bangsa yang melupakan anak-anaknya di ujung negeri, tidak akan pernah berdiri tegak dengan kokoh di bagian tengahnya.

Jangan biarkan pahlawan-pahlawan dari tanah ini menangis dari langit. Jangan biarkan generasi muda di sana berpikir: “Apakah kami memang tidak penting bagi negeri ini?”

Mereka penting. Mereka berharga. Dan mereka berhak dibangun — sama seperti bagian mana pun di negeri ini.

Berita Terkait

Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik
Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar
Mestinya Pemerintah Aceh Malu,Pada Jasa warisanya Habib Bugak
Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:32

RSUD dr. Fauziah Bireuen Rampungkan Survei Akreditasi Hari Kedua oleh LARS DHP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:28

Usung Tema “Bireuen Bershalawat”, Ulama Apresiasi Langkah Pemda di HUT ke-27

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:25

Jalin Kedekatan dengan Ulama, Kapolsek Darul Ihsan: Keamanan Butuh Dukungan Semua Pihak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:39

Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03

Perkuat Keselamatan Lalu Lintas, Jasa Raharja Cabang Jakarta Barat Aktif Dorong Kolaborasi FLLAJ Jakarta Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:46

Sinergi Kepolisian dan Ulama, Kapolsek Darul Ihsan Sambangi Pimpinan Dayah Al Maimanah Perkuat Kamtibmas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:40

IPNU Bireuen Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Siswi oleh guru

Berita Terbaru