Trofi, Hujan, dan Perburuan Bibit Muda di Pancur Batu

- Editor

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Lapangan Alun-Alun Pancur Batu menjadi panggung perebutan trofi ketika hujan mengguyur laga final Piala Bergilir Ketua DPD Pemuda Karya Nasional Sumatera Utara Cup I 2026, pada Ahad, 9 Agustus.di bawah guyuran air, dua kesebelasan bertarung hanya untuk mengejar angka, tetapi juga nama yang akan tercatat sebagai juara pertama turnamen tersebut.

Pertandingan berakhir 3-2. Batak United mengunci gelar juara setelah menundukkan OKKA FC. TGM menempati posisi ketiga, disusul Suka Raya pada urutan keempat.

Turnamen itu dimulai 12 Juli 2026. Puluhan pertandingan membawa pemain dari berbagai daerah ke lapangan yang sama. Penonton datang menyaksikan pertandingan, sementara pengurus organisasi dan tokoh setempat melihat kompetisi itu sebagai salah satu jalan mencari pemain muda berbakat.

namun ukuran keberhasilan turnamen sepak bola tidak berhenti pada trofi. Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi setelah pertandingan usai. Pemain yang tampil menonjol membutuhkan pembinaan, latihan terukur, kompetisi lanjutan, serta jalur yang jelas menuju jenjang prestasi lebih tinggi.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, yang hadir pada penutupan, menilai pertandingan semacam itu dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan pencarian bibit atlet.

Walaupun diguyur hujan deras, para pemain tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ini menjadi gambaran bahwa olahraga mampu membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rohani,” kata Lom Lom.

Pernyataan itu menyisakan pekerjaan lanjutan bagi penyelenggara. Turnamen dapat menemukan pemain berbakat, tetapi penemuan talenta baru hanyalah tahap awal. Tanpa sistem pembinaan, pemain muda berisiko kembali ke klub asal tanpa memperoleh jalur pengembangan yang terarah.

Ketua Harian DPP PKN, Tuangkus Harianja, menyebut tingginya minat masyarakat sebagai alasan kompetisi semacam itu perlu diteruskan. Ia berharap turnamen menjadi tempat pencarian pemain yang dapat berkembang ke tingkat lebih tinggi.

Baca Juga:  Bupati Aceh Tamiang Optimis raih WTP LKPD 2024.

melalui turnamen seperti ini, kita dapat menemukan bibit-bibit pemain yang nantinya bisa dibina dan dikembangkan untuk membawa nama daerah maupun Indonesia,” ujarnya.

Ketua DPD PKN Sumatera Utara, Edi Suranta Gurusinga, melihat sepak bola dari sisi lain. Baginya, pertandingan bukan cuma perkara skor. Lapangan juga menjadi tempat bertemunya kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda.

olahraga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, dan memperkuat persatuan antargenerasi muda,” kata Edi.

di sisi lapangan, hujan tak mengubah hasil pertandingan. Adu kemampuan berlangsung sampai peluit akhir. Skor 3-2 mengantar Batak United mengangkat trofi, sedangkan OKKA FC harus puas sebagai runner-up.

ada hal yang lebih penting dari hasil itu: apakah turnamen pertama tersebut akan berhenti sebagai pertandingan tahunan dengan penyerahan piala, atau berkembang menjadi jalur pembinaan pemain muda.

Jawabannya bergantung pada apa yang dilakukan setelah lampu lapangan padam. Pemain berbakat membutuhkan kompetisi berikutnya. Pelatih membutuhkan program pembinaan. Penyelenggara membutuhkan sistem seleksi yang terukur. Masyarakat membutuhkan ruang untuk melihat anak-anak muda mereka tumbuh melalui olahraga.

Penutupan turnamen ditandai penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang. hadir Ketua Umum DPP PKN Mikail TP Purba, Camat Pancur Batu Feri Sepnanda Ginting bersama unsur Forkopimcam, jajaran pengurus PKN, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pendukung dari berbagai daerah.

Trofi sudah berpindah tangan. Pertanyaan berikutnya justru lebih panjang.siapa pemain yang akan ditemukan dari turnamen ini, siapa yang akan membinanya, dan apakah kompetisi berikutnya mampu menjawab harapan tersebut.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Jejak Panjang Shri Mariamman.Tradisi Hindu yang Bangkit dari Puluhan Tahu
Antisipasi Dampak El Nino, Polres dan Pemkot Bitung Sinergi Padamkan Kebakaran Lahan
Janji Menyelamatkan Permainan Tradisional dari Layar Gawai
GELAR BIMTEK ANTI MALADMINISTRASI, PEMKAB SIMEULUE SIAP HADAPI PENILAIAN OMBUDSMAN RI 31 AGUSTUS – 4 SEPTEMBER 2026*
SIMEULUE BERSINAR “DIMULAI DARI SINI, GUNTING PITA TANDA POSKO ULT P4GN RESMI DIBUKA BUPATI MONAS
RSUD SIMEULUE MILIKI 8 DOKTER MAGANG DAN BAKTI UNTUK DUKUNG PELAYANAN KESEHATAN
​Sinergi Penegak Hukum dan Pemda, Kejari Bitung Hadiri Pelantikan Gojukai dan Panitia Kajati Sulut Cup V
Jejak Izin Palsu di Balik Alih Fungsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:21

P3-TGAI Dinilai Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan di Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Festival Kakao dan Pasar Tani, Dorong Penguatan Ekonomi Petani

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:07

Polsek Jagong Jeget Bersama Damkar dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran di Pasar Jagong Jeget

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:24

Anggaran Militer vs Gaji Guru: Di Mana Sebenarnya Letak Kekuatan Sebuah Bangsa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:19

Babinsa Koramil 08/Gandapura Komsos Bersama Pedagang, Pantau Harga Ayam di Pasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:13

Babinsa Posramil Jeumpa Bantu Warga Panen Jagung, Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:11

Babinsa Posramil Peulimbang Pantau Harga dan Stok Ikan di Tengah Cuaca Ekstrem.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21

​Jejak Kebaikan Sang Guru Terukir dalam Buku Biografi, Kadis Kominfo Bitung Sampaikan Rasa Hormat

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Trofi, Hujan, dan Perburuan Bibit Muda di Pancur Batu

Senin, 10 Agu 2026 - 01:06