TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Langkah kaki terdengar serempak di Taman Cadika pada Rabu, 29 Juli 2026. Barisan remaja pilihan bergerak mengikuti aba-aba tanpa banyak bicara. Wajah-wajah muda itu belum mengenakan atribut kebanggaan, tetapi perjalanan menuju tugas paling bergengsi pada peringatan Hari Kemerdekaan telah dimulai.
Gladi pembukaan menjadi pintu awal sebelum rangkaian pendidikan dan pelatihan berlangsung. Pelaksana Harian Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Anwar Sadat Siregar, mengingatkan bahwa tugas pengibar bendera tidak berhenti pada ketepatan gerakan. Ketahanan fisik, kedisiplinan, tanggung jawab, keteguhan mental, serta kemampuan memimpin menjadi ukuran lain yang tak kalah penting.
menurut Anwar Sadat, tahapan awal tersebut dipakai untuk mengukur kesanggupan setiap peserta menghadapi proses pembinaan. Setiap calon dituntut mampu menyesuaikan diri terhadap aturan, menjalankan tugas tanpa keluhan, serta menunjukkan keseriusan sejak hari pertama.
Rangkaian pelatihan telah disusun padat. Latihan fisik, teknik Paskibraka, pembentukan karakter, hingga penguatan mental menjadi bagian yang harus dilalui. rutinitas harian juga diarahkan agar setiap peserta terbiasa mengurus kebutuhan pribadi, menjaga kebersihan asrama, serta membangun disiplin yang melekat pada setiap aktivitas.
Seluruh pembinaan berpijak pada nilai-nilai Dharma Mulia Putra Indonesia. nilai tersebut diarahkan membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berintegritas, disiplin, serta memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pemusatan pendidikan, pelatihan, dan karantina dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 18 Agustus 2026. Selepas seluruh tahapan terlewati, barisan remaja itu akan berdiri di hadapan Sang Merah Putih. Pada hari itulah latihan panjang, disiplin, dan keteguhan hati diuji melalui satu rangkaian gerak yang harus berlangsung tanpa cela.(Ilham Gondrong)


















