Simeulue Tribune Indonesia.com Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Sosial terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan *Kampung Siaga Bencana atau KSB* dan *TAGANA Masuk Sekolah atau TMS .
Kegiatan ini merupakan program dari *Kementerian Sosial Republik Indonesia* yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Terlaksananya kegiatan ini tidak lepas dari hasil komunikasi yang baik antara Pimpinan Daerah Kabupaten Simeulue dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh.
Berbagai persiapan telah dilakukan secara intensif. Mulai dari koordinasi lintas sektor, penentuan lokasi kegiatan, penyusunan agenda, hingga kesiapan narasumber dan peserta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menanamkan budaya sadar bencana sejak dini kepada generasi muda di Kabupaten Simeulue.
*Kampung Siaga Bencana* merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan membangun kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana berbasis komunitas. Melalui KSB, masyarakat dilatih untuk mengenali potensi ancaman bencana di wilayahnya, menyusun rencana penanggulangan, serta memanfaatkan sumber daya lokal saat terjadi situasi darurat.
Sementara itu, *TAGANA Masuk Sekolah* adalah program edukasi kebencanaan yang dilaksanakan oleh *Taruna Siaga Bencana atau TAGANA* di sekolah-sekolah. Para siswa akan diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara menyelamatkan diri, langkah kesiapsiagaan, serta pentingnya membangun budaya aman di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman bencana.
*Kepala Dinas Sosial Kabupaten Simeulue* menyampaikan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Mulai dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BPBD, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, pemerintah desa, relawan TAGANA, hingga masyarakat.
“Dengan adanya Kampung Siaga Bencana dan TAGANA Masuk Sekolah, kita berharap terbangun masyarakat yang tangguh, siap menghadapi bencana, dan mampu melakukan penanganan awal secara cepat dan tepat. Edukasi kepada generasi muda juga penting sebagai investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar bencana,” ujarnya.
Kabupaten Simeulue sebagai daerah kepulauan memiliki potensi ancaman bencana yang cukup tinggi. Karena itu penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kabupaten Simeulue optimis kegiatan ini akan memberikan manfaat nyata. Yakni meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat jejaring relawan sosial, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh demi terwujudnya *Simeulue yang Tangguh dan Berdaya ” fungkas Charles.(*)


















