Mahasiswa Doktoral UPI Y.A.I Perkuat Mental Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus melalui Program The Power of Mind

- Editor

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – Mahasiswa Program Doktor Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk The Power of Mind sebagai upaya memperkuat kesehatan mental keluarga anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kegiatan berlangsung di Sekolah Inklusi Bina Asih Palembang pada 18 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi serta diskusi interaktif di Hotel Winer Palembang pada 19 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh orang tua anak berkebutuhan khusus, guru, dan pemerhati pendidikan inklusif. Sejumlah mahasiswa Program Doktor Psikologi UPI Y.A.I hadir sebagai narasumber, yakni H. Muhammad Dian Anwar, Sainudin, M. Ifan Fauzi, Hardina, Syafiq, serta Asiawatie yang juga merupakan Pembina Yayasan Bina Asih Palembang.

Mengusung tema The Power of Mind, para peserta diajak memahami pentingnya membangun pola pikir positif sebagai fondasi dalam membentuk sikap, perilaku, dan ketahanan mental keluarga. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang dialog mengenai peran keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.

H. Muhammad Dian Anwar menekankan bahwa perubahan berawal dari cara seseorang mengelola pikirannya. Menurutnya, pola pikir yang dipenuhi sugesti positif akan melahirkan sikap dan tindakan yang berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pikiran adalah pusat kendali kehidupan. Apa yang terus kita tanamkan dalam pikiran akan memengaruhi cara kita bersikap, berbicara, mengambil keputusan, hingga memperlakukan orang lain. Ketika kita membangun sugesti yang positif, maka energi positif itulah yang akan lahir dalam kehidupan kita. Anak-anak istimewa pun akan berkembang lebih optimal ketika mendapatkan dukungan dengan cara yang tepat dari keluarga dan lingkungannya,” ujar Dian.

Sementara itu, Sainudin menyampaikan bahwa penguatan mental keluarga merupakan bagian penting dalam keberhasilan pendidikan inklusif. Ia menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang menerima, menghargai, serta memberikan kesempatan sesuai dengan potensinya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak hanya sebatas membuka akses belajar bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun budaya yang menghargai setiap anak tanpa diskriminasi. Ia menambahkan, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang benar-benar inklusif.

Baca Juga:  Dua Tahun Menanti, Harapan Itu Kembali Berkibar di SMPN 2 Galang

Sainudin juga menyebut kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan ilmu psikologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi keluarga.

Pada kesempatan yang sama, M. Ifan Fauzi mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.

“Sekolah bukan pabrik yang menghasilkan produk jadi. Orang tua tidak bisa menyerahkan seluruh proses pendidikan kepada sekolah, apalagi bagi anak berkebutuhan khusus. Pendampingan di rumah, kasih sayang, dan kolaborasi dengan guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan anak,” katanya.

Hardina menilai kesejahteraan psikologis orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendampingan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, orang tua yang memiliki ketahanan mental akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat.

Senada dengan itu, Syafiq menekankan pentingnya peningkatan literasi kesehatan mental dan penguatan keluarga melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sesuai kebutuhan dan potensinya.

Pembina Yayasan Bina Asih Palembang, Asiawatie, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama mahasiswa Program Doktor Psikologi UPI Y.A.I dalam memberikan edukasi kepada orang tua anak berkebutuhan khusus.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang bagi orang tua untuk belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti seminar, diskusi interaktif, dan sesi berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta pengalaman yang dibagikan, mulai dari pola asuh, komunikasi dalam keluarga, hingga strategi membangun lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Melalui kegiatan The Power of Mind, mahasiswa Program Doktor Psikologi UPI Y.A.I berharap pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi jembatan antara pengembangan keilmuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Penguatan kesehatan mental keluarga, peningkatan peran orang tua, serta kolaborasi dalam pendidikan inklusif diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan layanan pendidikan yang ramah, setara, dan berorientasi pada potensi setiap anak.

Berita Terkait

​Sudarto Katijo Dampingi Kakan Kemenag Bitung Pantau Kreativitas Siswa di Area Perkemahan MTsN 1
Batasi Kuota Pendaftaran Demi Aturan Dapodik, MTsN Prioritaskan Mutasi Jalur Formal Ber-NISN
​Maksimalkan Link and Match, SMK Negeri di Bitung Bebaskan Biaya PKL-UKK hingga Dorong Guru Magang di Industri
Papan Proyek Padat Karya Kemnaker di Aceh Tenggara Disorot, Data Tenaga Kerja Tak Dicantumkan
Membanggakan! 9 Siswa SMA Negeri Unggul Aceh Timur Lulus Program Bina Talenta Indonesia 2026, 4 Siswi Tempah Diri di Politeknik Manufaktur Bandung
PIB College Sambut Mahasiswa dari Berbagai Negara di Summer Course 2026
Baitul Mall Simeulue Dan STAIN Meulaboh Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Bagi Siswa Asal Simeulue
Puluhan Pelajar Ikuti Lomba Peraga Busana Kekinian , Rebut Piala Ibu Bupati Tabanan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:10

PMI Sumut Mencari Arah Baru Pelayanan Kemanusiaan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:22

​Jamin Keamanan Investor, Pemkot Bitung Terapkan Pendekatan Follow the Money Bersama Korps Adhyaksa

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:19

MORIS dan TIM PEMEGANG MANDAT KP3ABAS SIMEULUE SILATURAHMI KE BUPATI MONAS

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:27

Sawit, Jalan Baru dari Biru-Biru

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:58

Wisuda dan Pesan Melampaui Ijazah

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41

Kolam yang Mengincar Prestasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:53

Perebutan Kunci Eks Delimas

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:27

​Hadir di Perkawinan Massal Harganas 2026, Wali Kota Bitung Tegaskan Pentingnya Legalitas Pernikahan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

PMI Sumut Mencari Arah Baru Pelayanan Kemanusiaan

Kamis, 23 Jul 2026 - 15:10