Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

- Editor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian sejumlah proyek Penanganan Tanggap Darurat sektor Bina Marga di Sumatra guna memastikan konektivitas masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali berfungsi secara optimal. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan tuntasnya Proyek Penanggulangan Bencana Alam Malalak di Sumatera Barat serta progres penyelesaian yang hampir rampung pada Proyek Lembah Anai yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026. Sementara itu, sejumlah proyek penanganan lainnya di Aceh dan Sumatera Utara juga terus berjalan untuk mendukung pemulihan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Di Provinsi Sumatera Barat, Hutama Karya mencatat capaian signifikan pada Proyek Penanggulangan Bencana Alam Malalak yang telah mencapai progres fisik 100%. Seluruh pekerjaan sementara telah digantikan oleh konstruksi permanen seperti bronjong, shotcrete, soil nailing, box culvert, sistem drainase, hingga realinyemen jalan sehingga seluruh lokasi penanganan telah dinyatakan fungsional permanen dan dapat melayani lalu lintas secara optimal. Dengan selesainya proyek ini, akses masyarakat dan distribusi logistik pada koridor penghubung Padang–Bukittinggi dapat kembali berjalan dengan lebih aman dan andal, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana serupa di masa mendatang.

Menyusul capaian tersebut, Proyek Penanganan Mendesak Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor Ruas Padang Panjang–Sicincin (Lembah Anai) juga menunjukkan progres yang hampir tuntas dengan capaian fisik sebesar 96,71% hingga awal Juli 2026. Pekerjaan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir berupa pengaspalan, pemasangan guardrail, penerangan jalan umum, rambu lalu lintas, serta marka jalan sebelum ditargetkan selesai pada 26 Juli 2026. Sejumlah pekerjaan utama seperti soldier pile, bronjong, penanganan lereng menggunakan geomate dan shotcrete, serta pengaspalan pada sejumlah titik prioritas juga telah berhasil diselesaikan.

Sementara itu, penanganan tanggap darurat masih terus berlangsung pada sejumlah ruas strategis terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di Provinsi Aceh, Hutama Karya tengah melaksanakan sejumlah proyek penanganan tanggap darurat pada Ruas PPK 3.3 Aceh, Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, serta Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane. Penanganan meliputi pekerjaan dinding penahan tanah, box culvert, buis beton, bored pile, jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng pada sejumlah titik longsoran dan kerusakan jalan.

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 30,46% dengan penanganan pada 26 titik longsoran dan dua titik penanganan jembatan. Sejumlah titik prioritas telah selesai dan berfungsi, sementara beberapa titik lainnya ditargetkan fungsional pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Proyek ini diharapkan mampu memulihkan akses masyarakat sekaligus mencegah terjadinya longsoran berulang pada titik-titik terdampak.

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 22,41% dengan penanganan pada 23 titik yang tersebar di ruas Aceh Tengah–Blangkejeren dan Blangkejeren–Aceh Tenggara. Pekerjaan meliputi pemasangan buis beton, beton siklop, dinding penahan tanah, serta timbunan pilihan untuk memperkuat badan jalan dan lereng pada wilayah rawan longsor. Beberapa titik prioritas seperti Palok dan Ramung ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Pascagangguan Listrik, PLN Terus Berupaya Pulihkan Sebagian Sistem Kelistrikan di Aceh

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan hingga minggu kedua Juli 2026 telah mencapai 43,00% dengan penanganan pada enam titik yang terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsoran, yakni Jembatan Lawe Mengkudu, Bener Berpapah, Lawe Ger-Ger, Jembatan Penanggalan, Ketambe, dan Cafetingir. Salah satu fokus utama proyek ini adalah penyelesaian Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara dan sekitarnya. Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan utama seperti box culvert, soldier pile, bored pile, dinding penahan tanah, serta timbunan telah menunjukkan progres yang positif sesuai tahapan pelaksanaan.

Selain Aceh, Hutama Karya juga melaksanakan Proyek Penanganan Mendesak Tanggap Darurat Bencana Alam pada Koridor Tarutung–Sibolga di Provinsi Sumatera Utara. Hingga 10 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 24,26% dengan fokus pekerjaan pada bored pile, pembesian dinding penahan tanah, serta pengecoran dinding penahan tanah pada sejumlah lokasi prioritas. Sejumlah pekerjaan dinding penahan tanah dan bored pile juga telah berhasil diselesaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat di koridor tersebut.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa percepatan penanganan infrastruktur pascabencana merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah memulihkan konektivitas masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur nasional terhadap potensi bencana.

“Hutama Karya berkomitmen mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pembangunan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui berbagai proyek penanganan tanggap darurat di Sumatra, kami berharap konektivitas masyarakat dapat segera pulih serta memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang,” ujar Hamdani.

Selain memulihkan akses transportasi masyarakat, berbagai proyek penanganan tanggap darurat tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan jaringan transportasi nasional terhadap risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Hutama Karya akan terus mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, perusahaan berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, tangguh terhadap bencana, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional 2026
Mulai 28 Agustus 2026, Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan melalui Pintu Tol Bypass
PTPN IV PalmCo Regional VI memulai langkah nyata!  248 pohon ditanam, 2.000 bibit ikan ditebar, 310 burung dilepas di Desa Alue Gading. 
Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh
Setelah Dioperasikan Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan akan diberlakukan tarif
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan
PSR Bukan Program Bagi-Bagi Lahan dan Tanpa Aturan. Petani Wajib Ikuti Mekanisme dan Regulasi Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:00

Nekat Curi Motor di Kuta Selatan Dua Pemuda di Amankan URC Jatanras Polda Bali

Jumat, 4 September 2026 - 13:58

Polres Bireuen Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Gelar Tausiah dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 3 September 2026 - 12:42

Dandim 1310/Bitung Tegaskan Sinergitas Kunci Sukses Penanggulangan Karhutla di Bitung

Kamis, 3 September 2026 - 11:07

Polres Bitung Apresiasi Penghibahan Lahan Makam Gratis Seluas 1.700 Meter Persegi oleh IPTU Iskandar

Kamis, 3 September 2026 - 08:08

Polda Bali Perkuat Koordinasi Keamanan Pariwisata Bersama Konsulat Jenderal Amerika Serikat

Selasa, 1 September 2026 - 03:10

Kapolsek Gandapura Ajak Siswa SMAN 1 Jadi Pelopor Pencegahan Judol, Narkoba Hingga Kenakalan Remaja 

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:56

Kapolres Bireuen Hadiri Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Kecamatan Jeumpa 

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:22

PATROLI SAMBANG KAMTIBMAS POLSEK JEUNIEB RAJUT KEBERSAMAAN DENGAN WARGA

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dapur Gizi dan Perburuan Pangan Lokal

Selasa, 8 Sep 2026 - 01:00