​Keshalehan Iman Dibarengi dengan Keshalehan Sosial di Era Digital

- Editor

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia.com – Di era digital yang serba cepat ini, esensi ibadah sering kali terjebak pada formalitas ritual semata.

Menanggapi fenomena tersebut, Ustadz Noval Bese memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya menyelaraskan antara keshalehan iman secara vertikal dengan keshalehan sosial secara horizontal agar tidak menjadi hamba yang merugi, Jumat (03/07/26).

​Mengawali khutbahnya dengan untaian doa dan ajakan bertakwa, Ustadz Noval mengingatkan umat Muslim untuk senantiasa menjalankan segala perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa yang sebenar-benarnya harus tecermin dalam setiap helai napas dan tindakan nyata sehari-hari.

​Salah satu ciri utama dari orang yang beriman, menurut Ustadz Noval, adalah kemampuan mereka untuk selalu berpikir secara matang sebelum berbicara.

Di era di mana jempol dan lisan begitu mudah memproduksi kata-kata, pengendalian diri menjadi benteng utama agar tidak terjerumus dalam dosa yang sia-sia.

​”Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban yang berat di hadapan Allah. Orang yang bijak hanya akan berbicara jika hal itu membawa manfaat, dan memilih diam jika sebaliknya,”

ujar Ustadz Noval dalam Khutbah Jumat di Mesjid Ribatul Qulub Diwilayah Kec. Maesa pelabuhan Bitung.

​Landasan moral ini diperkuat oleh peringatan Al-Qur’an, salah satunya tersurat dalam Surah Az-Zukhruf ayat 86, yang menegaskan bahwa kesaksian dan ucapan manusia tidak akan luput dari pengawasan-Nya.

Setiap hamba hendaknya menyadari bahwa ada malaikat yang mencatat setiap detail perkataan tanpa ada yang terlewat.

​Lebih lanjut, Ustadz Noval membedah isi kitab klasik monumental karya Imam Al-Ghazali, Mukasyafatul Qulub (Mutiara Penyejuk Hati).

Melalui kitab ini, beliau mengisahkan sebuah alegori mendalam tentang seorang hamba yang sangat rajin melaksanakan ibadah malam bernama Abu Bin Hisyam.

​Dikisahkan, Abu Bin Hisyam adalah sosok yang tidak pernah absen mendirikan shalat malam sepanjang hidupnya demi mengejar rida Allah.

Baca Juga:  Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat.

Namun, suatu ketika saat ia hendak bersiap melaksanakan ibadah rutinnya tersebut, ia dikejutkan oleh kehadiran sesosok malaikat utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

​Melihat kehadiran makhluk samawi tersebut, Abu Bin Hisyam dengan penuh rasa penasaran memberanikan diri untuk bertanya mengenai apa yang sedang dilakukan oleh sang malaikat di tempatnya.

Malaikat tersebut menjawab bahwa ia sedang mencatat nama-nama manusia kekasih Allah yang rajin beribadah.

​Dengan penuh percaya diri, Abu Bin Hisyam meminta malaikat untuk memeriksa apakah namanya tercantum dalam lembaran mulia tersebut.

Merasa lembar demi lembar telah dibalik, sang malaikat perlahan menggelengkan kepala hingga halaman-halaman utama dalam catatan itu hampir habis terlewati.

​Betapa terkejutnya Abu Bin Hisyam ketika malaikat menyampaikan kenyataan pahit bahwa namanya sama sekali tidak ada di dalam daftar kekasih Allah.

Bukannya mendapatkan kemuliaan, hamba yang tekun beribadah malam ini justru mendapati dirinya terasing dari catatan suci tersebut.

​Malaikat itu kemudian tersenyum lembut dan memberikan sebuah jawaban yang menjadi tamparan keras bagi Abu Bin Hisyam.

Malaikat menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memerintahkan untuk mencatat namanya karena ada kekeliruan besar dalam orientasi ibadahnya selama hidup di dunia.

​Rupanya, sepanjang hidupnya Abu Bin Hisyam hanya sibuk mengepung dirinya dengan ibadah ritual yang bersifat individual, namun mengabaikan lingkungan sekitar.

Ia egois dalam beribadah, sementara tetangga, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan justru luput dari perhatian dan kebaikannya.

​Menutup khutbahnya, Ustadz Noval Bessa mengutip esensi dari Surah Al-Ma’un dan mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan diri.

Beliau menekankan bahwa iman yang kokoh harus berbanding lurus dengan kebaikan sosial, yakni dengan gemar menolong sesama sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada manusia. (kiti)

Berita Terkait

Knalpot Brong Bikin Resah, Polres Aceh Tenggara Siap Tindak Pengendara Pembandel
Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Lampu Merah Simpang Empat Kebet Padam, Padam Atau Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan
BPBD Kota Bitung Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Pinasungkulan
Tak Puas Hanya Mendengar Laporan, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Cek Polsek Bambel
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:27

Knalpot Brong Bikin Resah, Polres Aceh Tenggara Siap Tindak Pengendara Pembandel

Selasa, 8 September 2026 - 14:47

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Selasa, 8 September 2026 - 14:32

Disetujui Lima Fraksi DPRD, Perumda Air Minum Duasudara Bitung Tancap Gas Benahi Infrastruktur

Selasa, 8 September 2026 - 14:08

Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi

Selasa, 8 September 2026 - 13:23

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 September 2026 - 12:09

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus

Selasa, 8 September 2026 - 12:05

Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:11

Lampu Merah Simpang Empat Kebet Padam, Padam Atau Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Headline news

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:23