Polemik Pilkades Amplas Memanas, Warga Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran TSM

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

 

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 memasuki babak baru. Sejumlah masyarakat Desa Amplas menyampaikan pernyataan sikap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Deli Serdang, Rabu (24/6/2026), dengan mendesak dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam proses pemilihan.

RDP tersebut dihadiri masyarakat Desa Amplas, sejumlah anggota DPRD Deli Serdang, serta dipimpin Ketua Komisi I DPRD Deli Serdang dari Fraksi Demokrat, Mery. Dalam forum tersebut, masyarakat bersama kuasa hukum calon Kepala Desa Amplas nomor urut 4, Dr. Minggu SH MH, menyampaikan sejumlah tuntutan terkait proses pelaksanaan Pilkades yang dinilai mencederai prinsip demokrasi desa.

masyarakat menegaskan, penyelenggaraan Pilkades harus berjalan berdasarkan asas kejujuran, keadilan, transparansi, serta kepastian hukum. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta pihak terkait membuka ruang pemeriksaan terhadap seluruh laporan dugaan pelanggaran yang telah disampaikan.

Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah meminta evaluasi terhadap kinerja Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Amplas beserta jajarannya apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran. Dugaan yang menjadi sorotan meliputi indikasi keberpihakan, penyalahgunaan kewenangan, pembiaran terhadap pelanggaran, hingga tindakan lain yang bertentangan dengan prinsip netralitas penyelenggara pemilihan.

Selain itu, masyarakat juga mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik politik uang, kampanye terselubung pada masa tenang, mobilisasi perangkat desa, penyalahgunaan bantuan sosial, serta berbagai bentuk dugaan pelanggaran lain yang diduga berpengaruh terhadap hasil Pilkades Amplas Tahun 2026.

dalam pernyataan sikapnya, masyarakat meminta calon Kepala Desa Amplas nomor urut 1, Usman, dikenakan sanksi diskualifikasi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan dalam pelanggaran berat, termasuk politik uang, kampanye terselubung, penyalahgunaan pengaruh jabatan, atau tindakan lain yang bertentangan dengan ketentuan hukum.

Baca Juga:  “Jumat Bersih” Serentak di Deliserdang: Dari Rutinitas Menuju Budaya Hidup

Masyarakat juga meminta Bupati Deli Serdang membatalkan Berita Acara dan Keputusan Penetapan Kepala Desa Amplas Terpilih atas nama Usman apabila ditemukan fakta bahwa proses pemilihan hingga penetapan hasil dipengaruhi pelanggaran yang memiliki dampak terhadap legitimasi hasil pemilihan.

Kuasa hukum masyarakat Desa Amplas dan calon Kepala Desa nomor urut 4, Dr. Minggu SH MH, menyampaikan keberatan terhadap proses penyelesaian persoalan yang dinilai belum memberikan ruang pemeriksaan secara menyeluruh. Ia menegaskan, setiap kebijakan dan keputusan pemerintahan harus berjalan berdasarkan kajian, fakta, serta mekanisme hukum yang berlaku.

menurutnya, persoalan yang muncul dalam Pilkades Amplas membutuhkan evaluasi menyeluruh agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran harus dilakukan secara objektif dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan instansi terkait agar penyelesaian persoalan Pilkades Amplas menghasilkan keputusan yang memiliki dasar hukum kuat serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

dalam RDP tersebut, masyarakat turut meminta DPRD Deli Serdang menjalankan fungsi pengawasan dengan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan proses Pilkades Amplas serta mengawal penyelesaian laporan dugaan pelanggaran.

“DPRD Kabupaten Deli Serdang diharapkan menggunakan fungsi pengawasannya agar tidak terjadi pembiaran terhadap dugaan pelanggaran demokrasi di tingkat desa,” demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap masyarakat.

masyarakat juga mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Deli Serdang membentuk atau merekomendasikan tim pemeriksa independen untuk melakukan investigasi terhadap seluruh laporan dugaan pelanggaran yang telah diajukan.

Polemik Pilkades Amplas kini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa. masyarakat berharap seluruh tahapan penyelesaian dilakukan secara terbuka, profesional, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan agar keputusan akhir memiliki legitimasi yang kuat (Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Wali Kota Hengky Honandar Hadiri Panen Raya Jagung di Kalawat
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Langsa Teguhkan Semangat Patriotisme Generasi Muda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:39

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

Minggu, 1 November 2026 - 06:07

Babinsa Koramil 02/Samalanga Kawal Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Meuliek.

Minggu, 1 November 2026 - 05:41

Wali Kota Bitung Serahkan SK Kewarganegaraan RI bagi Warga Keturunan Filipina di Ruang SH Sarundajang

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru