Manado | Tribuneindonesia.com – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII resmi menjalin sinergi strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.
Langkah ini diawali melalui pertemuan resmi antara Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto.
Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di area Lobby Markas Komando (Mako) Kodaeral VIII, Manado, pada Rabu (17/6/26).
Sesi audiensi ini menjadi wadah diskusi intensif dalam menyelaraskan visi kedua instansi untuk pembangunan daerah.
Fokus utama dalam dialog tersebut adalah penjajakan berbagai program kerja sama terpadu yang menyasar kesejahteraan masyarakat.
Kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk memperkuat fondasi ketahanan ekonomi warga, khususnya yang menetap di wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan.
Dalam kesempatan itu, Joko Supratikto memaparkan agenda strategis bertajuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Program nasional ini didesain khusus untuk menjangkau kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) yang tersebar di wilayah geografis Sulawesi Utara.
Guna memastikan misi kemanusiaan dan ekonomi ini berjalan tanpa hambatan, BI merangkul TNI Angkatan Laut sebagai mitra logistik utama.
Kodaeral VIII akan mengerahkan unsur KRI Selar-879 dari Satuan Patroli (Satrol) guna memobilisasi tim menuju pulau-pulau terluar yang menjadi target operasi.
Merespons rencana tersebut, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyatakan dukungan penuh jajarannya.
Pihaknya menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam ekspedisi ini merupakan wujud nyata kontribusi militer dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menyukseskan pemerataan layanan publik di beranda depan Indonesia.
Turut hadir mendampingi Danlantamal VIII dalam audiensi tersebut antara lain Wadankodaeral VIII, Asops Dankodaeral VIII, Aster Dankodaeral VIII, Koorsmin Dankodaeral VIII, Kakuwil Kodaeral VIII, Dansatrol Kodaeral VIII, serta Kaakun Kodaeral VIII. (talia)















