​Kodaeral VIII Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sianida asal Filipina, Selamatkan Kerugian Negara Rp1 Miliar

- Editor

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado | Tribuneindonesia.comKomando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII berhasil mengamankan potensi kerugian negara senilai Rp1,008 miliar lebih setelah menggagalkan aksi penyelundupan barang ilegal jaringan internasional, Minggu (14/06/26).

Keberhasilan operasi senyap ini dipaparkan langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., dalam konferensi pers yang digelar di Joglo Makodaeral VIII, Sabtu (13/6).

​Aksi ilegal tersebut diketahui didalangi oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina.

Pelaku berupaya memasukkan komoditas gelap ke wilayah Indonesia memanfaatkan jalur laut. Namun, pergerakannya berhasil dihentikan oleh kesiapsiagaan prajurit TNI Angkatan Laut sebelum barang-barang tersebut sempat beredar luas di pasaran.

​Kronologi penindakan bermula pada Jumat (12/6), saat Tim Quick Response (QR)-8 Kodaeral VIII mengendus pergerakan mencurigakan di perairan.

Berbekal informasi akurat dari jaringan intelijen mengenai rencana penyelundupan, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap target.

Sebuah kapal jenis pumpboat bernama ARRIL dengan ciri fisik berwarna putih-biru dan mengibarkan bendera Indonesia, akhirnya berhasil dicegat.

​Setelah dilakukan pengamanan armada, Tim Gabungan segera melakukan penggeledahan menyeluruh di atas kapal.

Baca Juga:  HRD Tinjau Jembatan Gantung, Jalan dan Abrasi Sungai di Pijay dan Pidie

Petugas dikejutkan dengan temuan muatan berbahaya berupa 20 karung bahan kimia beracun jenis Sianida (CN). Senyawa mematikan tersebut setelah ditimbang memiliki berat bersih 650 kilogram dengan estimasi total bruto mencapai 1.000 kilogram atau 1 ton.


​Selain bahan kimia berbahaya, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain yang disembunyikan di dalam kapal.


Di antaranya adalah delapan botol minuman keras (miras) ilegal berbagai merek, yang terdiri dari 2 botol Tundway, 2 botol Fundador ukuran 1 liter, dan 4 botol Mojito ukuran 1 liter. Turut diamankan pula tiga unit motor tempel merek Yamada berkekuatan 18 PK yang digunakan untuk memacu kecepatan kapal penyelundup.


​Dalam rilis resmi tersebut, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi didampingi jajaran pejabat utama, antara lain Wadan Kodaeral VIII, Ir Kodaeral VIII, Asintel, Asops, Kadispen, Kadiskum, serta Danden Intel Kodaeral VIII.

Sinergitas instansi juga terlihat dengan hadirnya perwakilan dari Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Utara dan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulut yang berkomitmen memperketat pengawasan di wilayah perbatasan laut. (talia)

Berita Terkait

Berawal dari Sirkuit Sagerat, Rexking Luntungan Taklukkan Lintasan Internasional Mandalika
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit ‎
Kadisdik Aceh Tenggara Bungkam Saat Dikonfirmasi, Transparansi Proyek Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 Dipertanyakan
​Filosofi Sepak Bola di Pelindo Bitung, Bangun Komitmen dan Budaya Sehat Lewat Olahraga
Perkokoh Kemanunggalan dengan Rakyat, Kodaeral VIII Gelar Nobar Piala Dunia 2026
​Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bitung Gelar Berbagai Lomba Olahraga dan Aksi Sosial
​Cepat Lapor Cepat Ditangani, Wali Kota Bitung Resmi Luncurkan Ulang Harmonisasi 112
Rifky Kiki Gemilang di Babak Tos-tosan, BPPP Tandurusa FC Segel Tiket Final YouthKampis Cup VI
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:38

Sunardi Sihombing.SH. Nakhodai Partai Amanat Nasional Kabupaten Simeulue 5 Tahun Kedepan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:58

Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:43

Resmi Ditetapkan Tersangka ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne Tidak Ditahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33

Operasi Penuh Risiko, Tim URC Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman Bersenjata di Sultan Daulat

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:14

Rakyat Kecewa Harga Pertamax Melonjak, TAMPERAK-LHI dan PEPABRI Ingatkan Potensi Peralihan ke Pertalite dan Solar

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:12

Sorotan Pengelolaan Limbah B3, PT Alam Karya Alam Sukses Diminta Buka Kejelasan Izin Operasional di Namo rambe

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:48

Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:57

Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?

Berita Terbaru