Guro Guro Aron Jadi Benteng Budaya Karo, Wabup Deli Serdang Dorong Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

- Editor

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang -Gendang Guro Guro Aron kembali menjadi ruang penguatan budaya dan persaudaraan masyarakat Karo di Kabupaten Deli Serdang. Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan tradisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga nilai adat, mempererat hubungan sosial, serta mempertahankan identitas budaya daerah di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

hal itu disampaikan Lom Lom Suwondo saat membuka kegiatan Gendang Guro Guro Aron “Rebu-Rebu” yang digelar Karang Taruna Simaka Group di Desa Sibunga-Bunga Hilir, Kecamatan STM Hulu, Sabtu (13/6/2026).

menurutnya, Gendang Guro Guro Aron bukan hanya rangkaian hiburan tradisional, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang menyimpan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta semangat gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur masyarakat Karo.

di tengah derasnya arus globalisasi, pelestarian budaya lokal seperti ini menjadi sangat penting agar identitas dan jati diri masyarakat tetap terjaga,” ujar Lom Lom.

Ia menekankan, keberlangsungan budaya daerah sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Anak muda tidak cukup hanya mengenal budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi harus mengambil peran sebagai penerus yang mampu menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya daerah kepada generasi berikutnya.

Pemuda harus terus berkarya, menjaga persatuan, menghormati nilai adat dan budaya, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Job Fair Perdana Deli Serdang Langkah Berani Menekan Pengangguran dan Membuka Masa depan Tenaga kerja Lokal

Lom Lom menilai kegiatan budaya seperti Gendang Guro Guro Aron memiliki kekuatan besar dalam membangun hubungan antarwarga. Melalui tradisi tersebut, masyarakat dapat memperkuat rasa kebersamaan, memperkokoh hubungan sosial, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Simaka Group, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh unsur masyarakat yang ikut menjaga keberlangsungan kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, keberadaan ruang budaya seperti ini perlu terus dikembangkan agar menjadi wadah positif bagi kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Kegiatan Gendang Guro Guro Aron “Rebu-Rebu” berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir menyaksikan rangkaian kegiatan adat yang menampilkan kekayaan budaya Karo, sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan sosial masyarakat STM Hulu dalam menjaga warisan leluhur.

Pelestarian budaya Karo menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah, karena budaya tidak hanya berbicara tentang tradisi, tetapi juga tentang nilai, karakter, dan jati diri masyarakat yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, Camat STM Hulu beserta jajaran, para kepala desa se-Kecamatan STM Hulu, Ketua Karang Taruna Kecamatan STM Hulu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat (Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak
SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Kesbangpol Deli Serdang Fasilitasi Mediasi Persoalan Speaker Masjid Al-Muttaqin, Kedua Pihak Berdamai
Polemik Dana Jilbab Deli Serdang, GRPK Soroti Penudingan terhadap Ny.Jelita Asri Ludin Tambunan
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 04:55

Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak

Jumat, 18 September 2026 - 04:28

SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!

Jumat, 18 September 2026 - 04:00

IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Kamis, 17 September 2026 - 15:27

Pemusnahan 104 & 54 Hasil Razia BB Knalpot Raccing (blong) Secara Simbolis Oleh Kapolres didampingi Bupati Aceh Tenggara

Kamis, 17 September 2026 - 15:01

Pertandingan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI 2026 di Hari Ke-5 

Berita Terbaru