Bitung | Tribuneindonesia.com – Geliat konsolidasi internal terus digalakkan oleh Ikatan Warga Gorontalo Perantauan (Lamahu) Kota Bitung. Organisasi sosial kemasyarakatan ini tengah berada dalam fase pemantapan akhir menjelang agenda pelantikan jajaran pengurus baru, Sabtu (06/06/26).
Berdasarkan estimasi waktu yang disusun oleh pihak panitia, prosesi pengukuhan tersebut dijadwalkan matang untuk bersandar antara akhir Juni atau merambat hingga awal Juli 2026 mendatang.
Guna menyelaraskan gerak roda organisasi, sebuah pertemuan strategis berbalut silaturahmi formal digelar oleh jajaran fungsionaris. Acara ini mengambil tempat di kediaman Keluarga Pomuli-Qiasi yang berlokasi di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Menariknya, ikhtiar konsolidasi ini sengaja disatukan dengan momentum religius berupa syukuran milad ke-54 bagi salah satu tokoh perempuan Lamahu, Hajja Rosita Qiasi. Kolaborasi dua agenda tersebut melahirkan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental.
Kehadiran para pengurus inti serta anggota lintas sektor mendominasi jalannya kegiatan. Forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi formal, melainkan menjelma sebagai wadah perekat emosional bagi masyarakat perantau asal Gorontalo yang kini menetap di Kota Bitung.
Dalam sela-sela acara, untaian doa dan apresiasi mengalir bagi Hajja Rosita Qiasi. Salah satunya datang dari Mariani Tuna, selaku Sekretaris PT Al-Badriyah Wisata, saat memberikan testimoni terhadap figur yang berulang tahun tersebut.
Mariani menyebut Hajja Rosita bukan sekadar anggota biasa, melainkan sosok penggerak yang memiliki kepedulian tinggi. Karakter aktifnya dalam menyokong setiap lini kegiatan organisasi menjadikannya panutan di tubuh Lamahu.
“Kami atas nama pengurus dan seluruh keluarga besar Lamahu mengucapkan Barakallah kepada Ibu Rosita Qiasi. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan semakin sukses bersama keluarga,”
tutur Mariani di hadapan para hadirin.
Secara organisatoris, Mariani mengonfirmasi bahwa perkumpulan ini menandai langkah formal kedua yang dilaksanakan oleh Lamahu Kota Bitung. Istimewanya, momentum ini bertepatan langsung dengan hari Ultah dari Ketua Kelompok Dua tersebut.
Ada tren positif yang juga ditangkap oleh manajemen organisasi belakangan ini. Mariani membeberkan bahwa arus antusiasme dari warga diaspora Gorontalo untuk bergabung ke dalam wadah Lamahu Bitung menunjukkan grafik yang terus meroket.
Jika menilik data administrasi terkini, kekuatan struktural Lamahu Kota Bitung sudah diperkuat oleh sedikitnya 170 personel pengurus kota. Kekuatan ini masih disokong oleh eksistensi 11 wolihi yang tersebar di berbagai titik wilayah.
Setiap wolihi dilaporkan mengoordinasikan massa riil dengan kekuatan kurang lebih 40 orang anggota aktif. Akumulasi angka ini mencerminkan basis massa yang solid di akar rumput.
“Alhamdulillah sekarang anggota terus bertambah. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan warga Gorontalo di Kota Bitung sangat kuat,”
Kata Mariani optimis. Mengenai dinamika jadwal, Mariani tidak menampik adanya pergeseran waktu dari rencana semula. Sedianya, seremoni pelantikan dirancang untuk bergulir pada pertengahan bulan Juni ini.
Kendati demikian, penyesuaian kalender kerja harus diambil lantaran Ketua Umum Lamahu, Prof. Ir. Fadel Muhammad, masih terikat dengan sejumlah agenda krusial yang tidak dapat ditinggalkan di Gorontalo.

Pihak panitia menegaskan bahwa kehadiran figur ketua umum bersifat mutlak dan tidak dapat didelegasikan kepada wakil atau fungsionaris lainnya. Hal ini berkaitan dengan nilai historis dari kepengurusan yang ada.
“Karena ini pertama di Kota Bitung, pelantikannya harus langsung oleh Ketua Umum. Jadi pengurus memilih menunggu kehadiran beliau,”
urai Mariani meluruskan alasan penundaan tersebut.
Senada dengan itu, Ketua Lamahu Kota Bitung, Ashari Laisa, memberikan retrospeksi mengenai asal-usul kepengurusan.
Ia menjelaskan bahwa mandat yang diembannya merupakan hasil mufakat dari musyawarah daerah yang telah digelar di Hotel Grand Singgasana beberapa bulan silam.
Saat ini, komposisi struktur internal dipastikan sudah rampung 100 persen tanpa menyisakan kekosongan jabatan. Formasi kepengurusan telah terisi lengkap, mulai dari jajaran penasihat adat (Bantayo), ketua, sekretaris, hingga bendahara organisasi.
“Alhamdulillah hari ini kita bersilaturahmi di rumah keluarga Pomuli-Giyasi dalam rangka lebih memantapkan persiapan pelantikan pengurus Lamahu Kota Bitung yang Insya Allah akan dilantik langsung oleh Ketua Umum Lamahu, Prof. Ir. Fadel Muhammad,”
tegas Ashari. Melalui hajatan besar yang tengah dipersiapkan ini, Ashari menyematkan harapan besar agar pelantikan nanti tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
Ia membidik momentum tersebut sebagai tonggak sejarah baru dalam mempererat tali persatuan serta memperkokoh solidaritas sosial warga Gorontalo di perantauan.
Acara silaturahmi tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah yang dihadiri oleh jajaran pengurus dari berbagai kompartemen wilayah, bersama para tamu undangan yang bergantian memberikan ucapan selamat serta jabat tangan hangat kepada Hajja Rosita Qiasi. (kiti)













