Bitung | Tribuneindonesia.com – Sinergi lintas instansi mulai diperlihatkan jajaran kepolisian bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perhubungan di Kota Bitung, Jumat (05/06/26).
Langkah ini diambil melalui sosialisasi masif dan pemeriksaan administrasi kendaraan di jalan raya guna menyambut pelaksanaan Operasi Patuh Lokon 2026.
Kegiatan pra-operasi yang dirancang selama lima hari berturut-turut ini mengedepankan pendekatan persuasif.
Fokus utamanya adalah memberikan edukasi kepada pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
Kanit Rek Iden (KRI) Samsat Bitung, IPDA Fransisca, mengonfirmasi bahwa agenda Korps Bhayangkara tersebut akan digelar secara nasional dan serentak.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, operasi kewilayahan ini bakal berlangsung selama dua pekan penuh.
“Mulai tanggal 8 sampai dengan 22 Juni, Polri secara serentak melaksanakan Operasi Patuh Lokon. Penindakan akan langsung dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu,”
ungkap Fransisca saat memberikan keterangan kepada media.
Dalam pelaksanaannya nanti, petugas tidak akan segan melakukan penindakan hukum terhadap para pelanggar.
Sasaran prioritas operasi difokuskan pada jenis pelanggaran yang kasat mata dan berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas fatal.
Sejumlah pelanggaran yang masuk dalam radar penindakan meliputi pengendara tanpa helm pelindung, melawan arus lalu lintas, serta mengoperasikan ponsel saat berkendara.
Petugas juga membidik pengemudi yang mengabaikan sabuk keselamatan dan kendaraan yang melebihi muatan serta dimensi (ODOL).
Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan kepada pengendara di bawah umur, pengguna knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis standar, hingga kendaraan yang nekat beroperasi tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) resmi.
Melalui persiapan yang matang ini, pihak kepolisian berharap angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,”
tambah Fransisca menegaskan esensi dari operasi tersebut.
Di sisi lain, aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi poin krusial dalam operasi gabungan ini. UPTD PPD Bapenda Provinsi Sulawesi Utara Wilayah Bitung turut ambil bagian untuk menyosialisasikan pentingnya kontribusi wajib pajak.
Kepala UPTD PPD Bapenda Bitung, Arthur H. Tuela, SE, melalui Kepala Seksi Sengketa Pajak dan Retribusi, Truly Lasut, SE, menyatakan bahwa momentum ini sangat tepat untuk mengetuk kesadaran pemilik kendaraan.
Kepatuhan administrasi dinilai berjalan selaras dengan kepatuhan hukum di jalan.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membayar pajak agar masyarakat semakin sadar dan patuh. Ini merupakan bentuk kolaborasi bersama antara kepolisian, Bapenda, dan instansi terkait,”
jelas Truly di hadapan awak media.
Truly memaparkan bahwa sektor pajak kendaraan bermotor memegang peranan vital dalam menyokong stabilitas fiskal daerah.
Uang yang disetorkan oleh masyarakat nantinya akan dialokasikan kembali untuk membiayai pembangunan infrastruktur serta meningkatkan mutu pelayanan publik.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Bapenda Bitung, Kevin, ikut mengapresiasi pola kerja sama yang terjalin erat.
Menurutnya, integrasi antara Bapenda, kepolisian, dan Dinas Perhubungan membuat penyampaian pesan ke masyarakat menjadi lebih efektif.
“Yang jelas dari Bapenda, kami berkolaborasi bersama Samsat, kepolisian, dan juga perhubungan dalam kegiatan ini. Keterlibatan kami memang lebih menitikberatkan pada aspek edukasi kepatuhan administrasi,”
tutur Kevin menjelaskan porsi kerja instansinya.
Meskipun sosialisasi dilakukan bersama-sama, Kevin menggarisbawahi bahwa komando utama penindakan hukum di lapangan tetap berada di tangan kepolisian.
Pelaksanaan seremonial pembukaan Operasi Patuh Lokon 2026 sendiri dijadwalkan bakal berpusat di Mapolres Bitung sebelum personel diterjunkan secara total ke berbagai titik rawan. (kiti)


















