Anggaran Belasan Miliar Dipertanyakan, Proyek Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Tanpa Plang Informasi

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacaneb| TribuneIndonesia.com

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pekerjaan, pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan (PJNW) Pekerjaan Jalan Nasional Provinsi Aceh desa Lawe Serke ruas Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menuai sorotan. Proyek yang disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah tersebut diduga minim transparansi lantaran tidak terlihat papan informasi proyek di area pekerjaan.

Saat tim media meninjau langsung ke lokasi, aktivitas pengerjaan jalan masih berlangsung dengan sejumlah alat berat beroperasi. Material timbunan dan proses pengaspalan tampak dilakukan di beberapa titik ruas jalan. Namun, papan plang proyek yang seharusnya memuat informasi penting seperti nilai kontrak, sumber anggaran, nama pelaksana, volume pekerjaan, masa pengerjaan, hingga identitas perusahaan pelaksana, tidak terlihat terpasang di sekitar lokasi.

Tidak adanya papan proyek tersebut membuat pihak ketiga atau perusahaan (PT) yang mengerjakan proyek tersebut tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat maupun awak media terkait siapa pelaksana pekerjaan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Padahal, keterbukaan identitas perusahaan pelaksana dinilai sangat penting agar publik dapat mengetahui pihak yang mengerjakan proyek sekaligus memastikan adanya pengawasan terhadap mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan.

Salah seorang masyarakat yang melintas di lokasi dan meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku heran dengan minimnya informasi pada proyek tersebut.

“Kalau proyek sebesar ini seharusnya jelas siapa yang mengerjakan. Sampai sekarang tidak ada papan proyek, jadi masyarakat tidak tahu PT mana yang mengerjakan. Ini yang jadi tanda tanya bagi kami,” ujarnya kepada media, Minggu (17/05/2026).

Baca Juga:  Sambut Hari Ibu Nasional TP PKK 16 Kecamatan Aceh Tenggara Gelar Perlombaan Bola Voly Putri

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, proyek tersebut disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah, namun kondisi pekerjaan di lapangan dinilai perlu mendapat pengawasan ketat.

“Kami dengar anggarannya besar, belasan miliar. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar diawasi dan dijamin sesuai standar. Jangan sampai nanti cepat rusak,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan papan proyek sangat penting sebagai bentuk transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan awak media untuk melakukan kontrol sosial terhadap progres maupun kualitas pekerjaan.

“Kalau identitas perusahaan pelaksananya jelas, tentu pengawasan dari masyarakat juga lebih maksimal. Ini demi memastikan hasil pekerjaannya benar-benar berkualitas,” katanya.

Tidak adanya papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan setiap pekerjaan konstruksi memasang papan nama proyek di lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Awak media dan masyarakat berharap instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai identitas perusahaan pelaksana, besaran anggaran, progres pekerjaan, serta target penyelesaian proyek tersebut agar pengawasan publik terhadap kualitas pekerjaan dapat berjalan maksimal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai tidak terlihatnya papan proyek serta identitas perusahaan yang mengerjakan Proyek Preservasi Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Aceh Tenggara tersebut.

Press~abdulgani

Berita Terkait

Wakili Wali Kota Bitung, Plt Kaban Kesbangpol Apresiasi Peran LDII dalam Pembinaan Karakter Sejak Dini
Semangat Turun ke Sawah, Camat Teupah Tengah Ajak Petani Wujudkan Simeulue Bermartabat
Skandal Pembuangan Limbah Ilegal Lintas Wilayah Guncang Bitung dan Minahasa Utara
Tampar Warga Lokal Hingga Overstay, WN Italia Dideportasi Rudenim Denpasar
​Hadiri Peresmian Taman Trikora, Pemkot Bitung Ajak Warga Rawat Ikon Sejarah Kemaritiman
Kepala Oyong, Avanza Terjun ke Parit di Simpang Empat Tanjung Sari
Misteri ! Jejak Dana Bos di SMKN 1 Patumbak
​Kejati Sulut Geledah Rumah Mewah Pemilik IT Center Manado, Sita Tumpukan Uang Tunai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:25

​Bobol Rumah Lewat Jendela Kamar, Remaja di Bitung Digelandang Polsek Matuari

Senin, 27 Juli 2026 - 08:28

Polantas Bireuen Gelar Police Goes To School, Ciptakan Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Senin, 27 Juli 2026 - 08:23

Ditbinmas Polda Aceh Tingkatkan Kemampuan Polisi RW/Dusun Polres Bireuen Dalam Pelaksanaan Tugas

Senin, 27 Juli 2026 - 07:35

Bakti TNI, Babinsa Koramil 05/Juli Gotong Royong Bangun Rumah Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 07:30

Dandim 0111/Bireuen Beri Penekanan Tegas: Jauhi Pelanggaran, Jaga Nama Baik Satuan

Senin, 27 Juli 2026 - 07:28

Kasdim 0111/Bireuen Pimpin Upacara Bendera, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Prajurit

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:44

Intip Kesiapan KRI Pandrong-801, Dankodaeral VIII Tegaskan Pentingnya Mutu Perbaikan Alutsista

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:34

Konferensi Pers Polda Aceh, Situasi Bireuen terpantau aman

Berita Terbaru

‎Wlikota Bitung Hengky Honandar, S.E, saat menyerahkan Buku Nikah kepada Pasutri di dampingi Kakan Kemenag Bitung, H. Yahya W. Pasiak, S.Ag., M.M (Ft. Ist)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pemerintah Kota Bitung Perkuat Kepastian Hukum Warga Lewat Sinergi Istbat Nikah Terpadu

Senin, 27 Jul 2026 - 11:52