TribuneIndonesia.com I Langkat-Suasana duka menyelimuti permukiman warga di Dusun Blok K setelah dua balita dilaporkan tenggelam di sebuah parit belakang rumah, Kamis pagi (21/5/2026). Peristiwa tragis yang terjadi dalam hitungan menit itu merenggut nyawa seorang anak, sementara satu korban lainnya masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Miftahul Qalbi (4,5), sedangkan Fardan (4), yang merupakan teman sepermainannya, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSU Putri Bidadari Stabat akibat kondisi yang belum stabil.
Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kedua balita bersama seorang teman mereka, Dafa, bermain di sekitar area belakang rumah warga yang berdekatan dengan parit. diduga karena kurang menyadari kondisi sekitar, keduanya terpeleset dan jatuh ke aliran parit yang cukup dalam.
Situasi berubah mencekam ketika Dafa menyadari kedua rekannya menghilang dari pandangan. dengan kepanikan dan tangisan histeris, balita itu berlari ke arah permukiman warga sambil meminta pertolongan. teriakan tersebut sontak memecah ketenangan pagi dan mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Warga yang berdatangan segera melakukan pencarian dan berhasil mengangkat kedua korban dari dalam air. namun naas , Miftahul Qalbi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi dari lokasi kejadian. sementara Fardan ditemukan dalam kondisi lemah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Peristiwa ini segera mendapat perhatian aparat kepolisian. Kapolsek Secanggang, AKP Pamilu H. Hutagaol, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan warga. Kehadiran aparat dilakukan untuk membantu proses penanganan, mengamankan lokasi kejadian, sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang dilanda kesedihan mendalam.
dengan raut wajah penuh empati, Kapolsek menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Setelah dari lokasi kejadian, Kapolsek juga mendatangi RSU Putri Bidadari Stabat guna memastikan korban selamat memperoleh penanganan medis secara maksimal.
perhatian terhadap aktivitas anak-anak harus ditingkatkan, terutama ketika bermain di area terbuka yang memiliki potensi bahaya seperti parit, kolam maupun aliran sungai. Pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujar AKP Pamilu H. Hutagaol.
Tragedi di Secanggang ini kembali menjadi pengingat keras tentang minimnya pengamanan di sejumlah area permukiman yang berdekatan dengan saluran air terbuka. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan anak-anak, terlebih di kawasan padat penduduk yang tidak memiliki pembatas pengaman memadai.
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban hingga Kamis malam. tangisan pecah di rumah duka saat warga berdatangan memberikan doa dan dukungan kepada keluarga kecil Miftahul Qalbi, balita yang nyawanya tak lagi dapat diselamatkan setelah tenggelam di parit belakang rumahnya sendiri.
Ilham Gondrong
















