BROT 2026 Resmi Dibuka, Nyoman Parta: Catur Bentuk Generasi Tangguh dan Terencana

- Editor

Senin, 11 Mei 2026 - 01:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GIANYAR — Tribuneindonesia.com Bali Rapid Open Tournament (BROT) 2026 resmi dibuka di Blangsinga, Kabupaten Gianyar, Minggu (10/5), dengan partisipasi tinggi mencapai 416 pecatur dari dalam dan luar negeri. Turnamen hasil kolaborasi antara Percasi Bali dan Krisna Oleh-Oleh ini menjadi salah satu ajang catur terbesar di Bali tahun ini.

Ketua Percasi Bali, I Nyoman Parta, menyampaikan kebanggaannya atas dominasi peserta dari kalangan pelajar. Dari total 416 peserta, sebanyak 248 berasal dari tingkat SD hingga SMA, sementara 168 lainnya berasal dari kategori umum.

Menurut Parta, catur tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun karakter, meningkatkan daya pikir, serta memperkuat ketahanan mental, terutama di tengah derasnya pengaruh dunia digital.

“Catur menjadi salah satu filter bagi generasi muda dari dampak negatif penggunaan gadget berlebihan. Bermain catur secara langsung dengan papan fisik membantu mengurangi ketergantungan layar sekaligus meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan berpikir,” ujarnya.

Turnamen BROT 2026 diikuti peserta dari 10 provinsi di Indonesia serta empat negara, yakni Indonesia, Inggris, Rusia, dan Ukraina. Para pecatur yang berpartisipasi berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga grandmaster, termasuk sejumlah atlet catur nasional.

Baca Juga:  Putri Wartawati 1Kabar.com Bireuen Tembus Olimpiade Nasional O2SN

Parta menilai catur memiliki sistem pembinaan yang jelas dan berjenjang hingga level internasional. Ia optimistis tingginya animo masyarakat terhadap turnamen ini akan melahirkan atlet catur berprestasi dari Bali maupun Indonesia.

“Saya yakin dari semangat ini akan lahir pecatur hebat di masa depan, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi grandmaster,” katanya.

Lebih lanjut, Parta menegaskan bahwa seorang pecatur umumnya memiliki pola hidup lebih terencana dan tenang, karena terbiasa menganalisis setiap langkah sebelum bertindak. Dalam permainan catur, pemain juga dilatih untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Pecatur terbiasa memprediksi risiko dan konsekuensi dari setiap langkah. Ini membuat mereka lebih bijaksana dan tidak mudah reaktif dalam menghadapi persoalan hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan, prinsip logika yang menjadi dasar permainan catur sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi tekanan mental dan berbagai persoalan sosial.

“Catur mengajarkan pengelolaan stres dengan lebih baik. Ini penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk fenomena bunuh diri yang belakangan menjadi perhatian di Bali,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Dominasi Sepak Bola Usia Dini, Bintang Utara FC Kembali Naik Tahta di Manado
Kejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Gol Semata Wayang Eja Antar Bintang Utara Manado Rajai Turnamen Usia Dini di Likupang
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
Kecerobohan Wasit di Langowan Junior Cup Picu Aksi WO, PSSI dan Pemda Sulut Didesak Turun Tangan
​Skuad bertabur bintang, Tim Jurnalis Bitung Melaju ke Putaran Kedua Piala Joune Ganda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 06:53

Buka Pelatihan Paralegal 2026, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penyelesaian Hukum Tingkat Tapak

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 September 2026 - 05:47

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Berita Terbaru