Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Pasar Girian, tepatnya di kediaman keluarga Anggai-Mardjun, Kelurahan Girian Weru Satu, pada Sabtu (11/04/26).
Hari bahagai tersebut menjadi momen bersejarah bagi dua personel Kepolisian Republik Indonesia, Bripda Nur Iman Noval Ijal dan Bripda Hana Magfirah R. Anggai, yang resmi mengikat janji suci pernikahan.
Prosesi sakral ini mempertemukan dua insan bhayangkara dalam sebuah ikatan rumah tangga.
Bripda Hana Magfirah merupakan putri terkasih dari perwira polisi AKP Abdul Natip Anggai dan Ibu Hartini Mardjun.
Kehadiran para tamu undangan dari berbagai kalangan menunjukkan betapa dihormatinya kedua keluarga besar ini di mata masyarakat maupun institusi.
Sementara itu, acara inti yakni akad nikah disaksikan langsung oleh tokoh agama setempat. Tercatat, dua keimaman besar turut hadir, yakni Imam Masjid Girian Weru Satu, Arifin Moha, serta Imam Masjid Girian Bawah, Ramli Mamonto.
Kehadiran mereka didampingi oleh jajaran staf pegawai Syar’i untuk memastikan prosesi berjalan sesuai syariat Islam.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Girian, Zainudin S.Ag., bertindak langsung memimpin administrasi pernikahan.
Kehadiran pejabat berwenang ini memberikan legalitas formal bagi penyatuan cinta Noval dan Hana di hadapan hukum negara, melengkapi keabsahan di mata agama yang telah dilakukan sebelumnya.
Puncak kekhidmatan terjadi saat prosesi Ijab Qabul dimulai. Ayah kandung mempelai wanita, AKP Abdul Natip Anggai, bertindak sebagai wali nikah yang menjabat langsung tangan mempelai pria.

Dengan suara tegas dan satu tarikan napas, Bripda Nur Iman Noval Ijal mengucapkan janji setia, yang disambut ucapan “sah” oleh para saksi dan hadirin.
Suasana haru pecah saat sesi sungkeman berlangsung. Keheningan menyelimuti lokasi acara ketika putri tertua dari AKP Abdul Natip Anggai melantunkan lagu melankolis berjudul “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Alunan nada yang menyayat hati tersebut membuat banyak tamu undangan tak kuasa menahan air mata, merefleksikan rasa bakti anak kepada orang tua.
Dalam undangan yang disebarkan, kedua mempelai menghaturkan rasa syukur atas rahmat Allah SWT yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan.
Mereka memohon doa restu agar kasih sayang yang terjalin senantiasa diberkahi, sebagaimana harapan besar keluarga besar Ibu Nurti Mokoginta yang turut menjadi bagian dari rangkaian doa tersebut.
Diketahui, daftar tamu VIP dari pihak mempelai pria menunjukkan relasi yang luas, di antaranya dihadiri oleh Kabid Propam Polda Sulut, Kombes Pol Reindolf Unmehopa, S.H., S.I.K., bersama istri. Selain itu, hadir pula jajaran perwira seperti Kapten Laut Arie Purnomo Fitrianto, S.H., serta tokoh masyarakat seperti Mantan Lurah Motoboi Besar, Tendi A. Ponubu, S.KM.
Tak kalah berwibawa, jajaran tamu dari pihak mempelai wanita juga dipadati pejabat teras.
Terlihat hadir Kabid TIK Polda Sulut, Kombes Pol Yandrie Makaminan, S.I.K., dan Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. Kehadiran unsur pimpinan kepolisian ini menegaskan dukungan moral bagi kedua anggota polri yang sedang berbahagia tersebut.
Dari unsur pemerintahan sipil, Camat Girian, Rukman Rasyid S.Sos., dan Kapolsek Ranowulu, Iptu Teguh Pambudi S.Sos., juga tampak hadir memberikan ucapan selamat.
Sinergi antara tokoh pemerintahan, kepolisian, dan tokoh adat sangat terasa dalam pesta yang memadukan protokoler kedinasan dan kehangatan kekeluargaan ini.
Dukungan sosial juga mengalir dari berbagai organisasi, termasuk WIA Ranting Girian Weru Satu serta ATM dan Keimaman Masjid Besar Al-Muttaqin.
Kehadiran keluarga besar Mardjun-Midu-Anggai memperkuat struktur kekeluargaan yang menjadi pilar utama terselenggaranya hajatan besar di wilayah Girian tersebut.
Sebagai penutup rangkaian acara yang megah namun bermakna, panitia menggelar prosesi adat Bolaang Mongondow yang disebut Mugaman.
Tradisi ini menjadi penanda penghormatan terhadap akar budaya leluhur, sekaligus menutup seluruh rangkaian pesta pernikahan Bripda Noval dan Bripda Hana dengan penuh keberkahan dan kedamaian. (Kiti)


















