Jakarta | Tribuneindonesia.com – Di atas geladak megah KRI Bima Suci yang tengah bersandar di Jakarta, Senin (30/3), TNI Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi menganugerahkan pin penghargaan kepada sejumlah jurnalis lintas media, Selasa (31/03/26).
Seremoni ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi para insan pers yang telah berdedikasi mengawal misi diplomasi maritim Indonesia melalui pelayaran internasional Kartika Jala Krida (KJK).
Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada RI), Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, memimpin langsung prosesi penyematan yang berlangsung khidmat tersebut.
Dalam sambutannya, Laksdya Hendrata menegaskan bahwa peran media sangat krusial dalam mendokumentasikan jejak diplomasi Indonesia di perairan dunia, sekaligus memperkuat narasi kedaulatan bangsa di mata internasional.
Soliditas jajaran pimpinan tinggi TNI AL tampak nyata dengan kehadiran para petinggi komando utama, di antaranya Pangkoarmada I, II, serta Pangkolinlamil.
Selain itu, jajaran komandan Kodamar dari berbagai wilayah turut hadir memberikan dukungan, menunjukkan betapa strategisnya posisi media dalam memperkuat ekosistem publikasi militer di lingkungan angkatan laut.
Penghargaan ini secara khusus menyasar para wartawan yang memiliki pengalaman onboard atau meliput langsung dari atas kapal latih legendaris KRI Dewaruci maupun penerusnya, KRI Bima Suci.
Kehadiran mereka di tengah samudera dinilai mampu memvisualisasikan peran prajurit TNI AL sebagai “Ambassador at Sea” yang membawa misi perdamaian dan kebudayaan ke berbagai negara sahabat.
Langkah ini juga menjadi implementasi konkret dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, terkait pentingnya sinergi strategis dengan insan pers.
Menurut kebijakan pimpinan, kolaborasi yang kuat antara TNI AL dan media adalah kunci utama dalam membangun citra positif serta memperkokoh diplomasi maritim yang sedang digalakkan pemerintah.
Suasana haru dan bangga menyelimuti penghujung acara saat para jurnalis melakukan sesi foto bersama di bawah tiang-tiang layar KRI Bima Suci yang menjulang tinggi.
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang pemberian medali, namun menjadi simbol penguat ikatan kemitraan antara penjaga kedaulatan laut dan pilar keempat demokrasi dalam menjaga kejayaan bahari Nusantara. (talia)




















