Rentenir Berkedok koperasi Simpan Pinjam Meresahkan Masyarakat Aceh Tenggara.

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane/Tribuneindonesia.com

Rentenir Berkedok Koperasi simpan Pinjam di Aceh Tenggara Non syariah tampa Izin berkeliaran telah meresahkan masyarakat Aceh Tenggara dekian di sampaikan M Masir ST Ketua DPC Forum Membangun Desa Aceh Aceh Tenggara kepada Bara News di Kutacane Senin 9/3/2026.

M Masir Menyatakan, Saat ini ada pilihan Rentenir yang mengatas namakan koperasi Simpan pinjam berkeliaran mengatakan uang pinjaman dengan bunga uang mencapai 20% kepada para pedagang kecil menengah dengan simtim pembayaran secara cicilan perhari,mingguan atau bulanan.

Diyakini para Rentenir dengan kedok, koperasi simpan pinjam ini di duga tampa izin berkeliaran dan tumbuh subur di Aceh Tenggara membawakan uang pinjamannya khususnya kepada para pedagang kecil.

Dugaan tampa izin ini karena Aceh Tenggara merupakan daerah bersyariah tidak mungkin ada izin keluar kalau tidak perbankan syariah  contohnya Perbankkan kompensional sudah tidak ada beroperasi di Aceh kecuali perbankan dengan syariah.  jelas M Masir. hal ini telah di atur dalam Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2018 tetangga lembanga keuangan syariah.

Baca Juga:  HRD Tekankan Pendataan Riil Penyaluran Bantuan Peternak Terdampak Banjir

Pada kesempatan ini juga  M Masir minta kepada Dinas Koperasi UKM dan Satpol pp Aceh Tenggara dan WH untuk mengambil tindakan tegas dan menertipkannya agar tidak meresahkan masyarakat Bumi Sepakat segenep yang beradat dan bersyariah.

Masir mengurai dan kalkulasi terjadinya potensi kerugian yang di timbulkan masyarakat dengan beredarnya para rentenir atau tengkulak  ini “Coba kita kalkulasikan ada 2 atau 3 kelompok yang mengambil uang mekar 1 kelompok 10 sampai 12. Berarti kita rata-ratakan 20 kepala keluarga yang menerima di desa  berarti 20 x 300 desa sama dengan 6000 kepala keluarga di Kalikan rata-rata keuntungan 200.000 per kepala keluarga dalam 6 bulan terus kita buat berarti uang masyarakat aceh tenggara di ambil RP 1,2 Miliar jadi satu tahun Rp 2,4 Miliar ,pertayaanya sudah berapa tahun beroperasi.tandas Masir. (Abdgani).

Berita Terkait

​Apresiasi Dedikasi, Pelindo Bitung Ganjar 10 Karyawan Predikat Pegawai Terbaik 2025
​Polres Bitung Kawal Aksi Damai Buruh KSBSI Secara Humanis
BALIK “AMAN-AMAN SAJA”: Dugaan Pelanggaran Sertifikasi dan Status Honorer di SMPN 4 Kutacane Kian Menguat
SKANDAL SERTIFIKASI MENGUAT: Pernyataan “Aman-Aman Saja” di SMP Negeri 4 Kutacane Diduga Abaikan Aturan Negara
​Sasar Warga Kasawari, Pegadaian Edukasi Strategi Investasi Emas dan Optimalisasi ‘Aset Tidur’
GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM, ACEH TENGGARA: TIGA NAMA MASUK RADAR PENYELIDIKAN, KEPSEK DAN DINAS DIDUGA TUTUP RAPAT INFORMASI
Diduga Menggunakan Material Ilegal Humas DPC GBNN Agara Minta PT. Hutama Karya Jangan Bayarkan Proyek Bronjong
​Bitung Pertegas Komitmen Pendidikan Transparan dan Bebas Perundungan di Hardiknas 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:06

​Apresiasi Dedikasi, Pelindo Bitung Ganjar 10 Karyawan Predikat Pegawai Terbaik 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:39

​Polres Bitung Kawal Aksi Damai Buruh KSBSI Secara Humanis

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:05

BALIK “AMAN-AMAN SAJA”: Dugaan Pelanggaran Sertifikasi dan Status Honorer di SMPN 4 Kutacane Kian Menguat

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:23

SKANDAL SERTIFIKASI MENGUAT: Pernyataan “Aman-Aman Saja” di SMP Negeri 4 Kutacane Diduga Abaikan Aturan Negara

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:32

GURU “SILUMAN” DI SD NEGERI 1 SEMADAM, ACEH TENGGARA: TIGA NAMA MASUK RADAR PENYELIDIKAN, KEPSEK DAN DINAS DIDUGA TUTUP RAPAT INFORMASI

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:23

Diduga Menggunakan Material Ilegal Humas DPC GBNN Agara Minta PT. Hutama Karya Jangan Bayarkan Proyek Bronjong

Senin, 4 Mei 2026 - 20:05

​Bitung Pertegas Komitmen Pendidikan Transparan dan Bebas Perundungan di Hardiknas 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 19:29

Sinergi Bitung Wujudkan Sekolah Aman dan Penguatan Otonomi Daerah

Berita Terbaru