Manfaatkan Celah Pergantian Sif Polisi, Belasan Remaja di Bitung Gelar Tawuran Berdarah di Pertigaan Epang

- Editor

Senin, 9 Maret 2026 - 03:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comKawasan Pertigaan Epang mendadak berubah menjadi zona konflik pada Minggu (08/03) pagi. Sekitar pukul 04.00 WITA, ketenangan warga terusik oleh pecahnya bentrokan fisik antar-kelompok pemuda, Senin (09/03/26).

​Aksi anarkis ini melibatkan massa dari wilayah Sari Kelapa yang berhadapan dengan kelompok pemuda dari lingkungan sekitar Epang. Suasana mencekam dilaporkan menyelimuti pemukiman warga selama insiden berlangsung.

​Berdasarkan bukti rekaman video amatir yang sempat menghebohkan jagat media sosial, kedua kubu terlibat aksi saling serang secara membabi buta.

Mereka tidak hanya menggunakan tangan kosong, namun juga berbagai senjata berbahaya.

​Hujan batu terlihat memenuhi udara di tengah pemukiman padat penduduk tersebut. Tak hanya itu, penggunaan senjata tajam jenis panah wayer juga terdeteksi dalam rekaman, memperlihatkan betapa brutalnya intensitas konflik pagi itu.

​Merespons situasi yang kian tak terkendali, jajaran Polres Bitung segera bergerak cepat.


Aparat gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan pengejaran ke berbagai titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku.


Upaya pengejaran intensif tersebut membuahkan hasil signifikan dengan tertangkapnya sejumlah aktor utama. Polisi berhasil meringkus total 17 remaja yang diduga kuat terlibat langsung dalam pertikaian jalanan ini.

​Dalam rilis resmi yang digelar di Mapolsek Maesa, Senin (09/03) pukul 10.00 WITA, Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., memberikan penjelasan detail mengenai hasil operasi tersebut.

​Pihak kepolisian mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait profil para pelaku yang berhasil diamankan. Mayoritas dari mereka ternyata masih berada di bawah umur dan berstatus pelajar.

​”Rata-rata pelaku yang kami amankan masih berusia sangat muda, berkisar antara 14 hingga 15 tahun,”

ujar Kapolres di hadapan awak media.


Secara rinci, Kapolres memaparkan bahwa dari total 17 orang yang ditangkap, 7 di antaranya berasal dari kelompok Sari Kelapa. Sementara itu, 10 orang lainnya merupakan massa dari pihak Epang.


​Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita berbagai barang bukti yang digunakan saat bentrokan. Di atas meja rilis, tampak berjejer senjata tajam jenis parang, seng yang dikikir, hingga anak panah wayer.

Baca Juga:  Satgas TMMD Laksanakan Pengecatan Balai Pengajian Bustanul Falah Assamdiah di Jeumpa Sikureueng.

Ada satu barang bukti unik yang turut disita, yakni sehelai selimut. Benda ini diduga kuat sengaja digunakan pelaku untuk menyamarkan identitas serta wajah mereka agar tidak mudah dikenali oleh warga maupun kamera pengawas.


​Kapolres menegaskan bahwa tindakan tegas diambil segera setelah video amatir tersebut viral.

“Begitu mendapat informasi dan bukti visual, personel langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku di lokasi kejadian,”

jelasnya.

​Menanggapi kritik masyarakat mengenai keterlambatan respons di lokasi, pihak kepolisian memberikan klarifikasi terkait celah waktu kejadian.

Para pelaku disinyalir sudah mempelajari pola patroli petugas.


Bentrokan sengaja dipicu tepat saat personel kepolisian sedang melakukan proses lintas ganti tugas atau pergantian sif jaga. Momentum ini dimanfaatkan pelaku saat pengawasan di titik rawan sedang melonggar.


​Dugaan kuat muncul bahwa para remaja ini telah memantau pergerakan rutin aparat secara saksama.

Hal ini dilakukan guna mencari celah waktu paling aman untuk melancarkan aksi tawuran tanpa segera terdeteksi patroli.

​Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, akar permasalahan dari konflik besar ini ternyata dipicu oleh hal yang sangat sepele. Perselisihan bermula dari ruang digital, yakni media sosial.

​Aksi saling ejek dan provokasi di dunia maya menjadi bahan bakar utama yang menyulut emosi labil para remaja tersebut.

Ego kelompok yang terluka di medsos kemudian bertransformasi menjadi kekerasan fisik di lapangan.


Pihak kepolisian juga mengonfirmasi adanya dampak fisik dari pertikaian ini. Kapolres menyebutkan terdapat satu korban luka yang jatuh akibat bentrokan antara kedua belah pihak tersebut.


​Sebagai langkah preventif jangka panjang, Polres Bitung berkomitmen untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda akan dilibatkan dalam proses rekonsiliasi.

​”Kami akan melakukan pendekatan persuasif dan edukasi kepada para orang tua di wilayah Epang maupun Sari Kelapa, agar kejadian yang mengancam nyawa ini tidak terulang kembali,”

Tutup Kapolres Albert Zai, mengakhiri Press rilis di Polsek Maesa Bitung. (Kiti)

Berita Terkait

H. Ruslan M. Daud Gandeng Poltekpel Malahayati Bekali Penyintas Banjir Bireuen
P3-TGAI Rp195 Juta Kuning II Disorot, Disebut Aspirasi Dewan PKB
Kawal Kamtibmas Jelang Peringatan HDA Ke – 21 Tahun 2026, Polres Bireuen Gelar Apel Gabungan Bersama TNI
Satgas TMMD ke-129 Tebar Lele dan Isi Kandang Ayam Petelur di Lima Lokasi RTLH
Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026
LSM KPK RI Desak Audit P3-TGAI Kuning II: Rp195 Juta Uang Negara, Jangan Dikerjakan Asal Jadi
LSM KPK RI Desak P3-TGAI Kuning II Diaudit: “Jangan Main-Main dengan Uang Negara!”
Keamanan Digaji Layak, Pendidikan Disuruh Berjuang — Itu Bukan Kebijakan, Itu Ketidaksadaran yang Fatal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:31

Polda Bali Ungkap Peredaran Ganja 1,6 Kg dan Sabu 102 Gram di Jimbaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:11

Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkotika di Bireuen Di-PTDH

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:04

Polres Bireuen Sukseskan Pergelar Gerakan Pangan Murah Untuk Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:01

Polantas Ajak Siswa SMAN 1 Bireuen Tingkatkan Kedisiplinan Dan Hindari Perilaku Tidak Baik 

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:32

Nekat Rampas Motor Vespa Berkedok Debt Collector Dua Pelaku Di Bekuk Resmob Polda Bali

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:03

KM AWU Tiba di Pelabuhan Benoa, Ratusan Penumpang Pemeriksaan X-Ray Pastikan Keamanan Terjaga

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:24

Polres Bireuen Gelar Olah TKP Kejadian Laka Lantas Antara Mobil Pengangkut Sampah dan Mobil Box

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:15

Babinsa Koramil 04/Peudada Bantu Warga Bangun Rumah, Wujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Survei Merit dan Jejak Kesiapan ASN

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:33