Medan I TribuneIndonesia.com-Seorang ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban jambret brutal di Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur, Minggu (1/3/2026) siang. Aksi kejahatan itu terekam kamera CCTV, menyebar cepat di media sosial, dan memicu kemarahan warga.
Dalam rekaman yang viral, dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor matik terlihat mondar-mandir mengamati situasi. Saat korban baru turun dari mobil dan melangkah menuju rumah, salah satu pelaku mendadak melompat dan menarik tas korban dengan keras. Serangan itu begitu cepat dan kejam, nyaris tanpa memberi waktu bagi korban untuk bereaksi.
Korban sempat mempertahankan tas yang berisi satu unit telepon genggam dan barang pribadi. Namun tarikan pelaku terlalu kuat. Tubuh korban terhuyung, jatuh ke aspal, lalu terseret beberapa meter sebelum tasnya berhasil dirampas. Pelaku langsung tancap gas, meninggalkan korban terkapar di depan rumahnya sendiri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian tangan dan mengalami syok berat. Hingga kini, korban masih trauma dan membatasi aktivitas di luar rumah. Warga sekitar menyebut peristiwa itu membuat lingkungan kembali dihantui rasa takut, terutama bagi kaum perempuan yang beraktivitas sendirian di siang hari.
Kepala Lingkungan IV Kelurahan Sidorame Barat II, Ahmad Farhan Ritonga, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, sesaat setelah korban memarkirkan kendaraannya.
“Korban baru parkir dan mau masuk ke rumah. Pelaku datang tiba-tiba dan langsung menarik tasnya. Lukanya tidak parah, tapi traumanya berat,” ujarnya.
Menanggapi sorotan publik terhadap pria yang tampak bersama korban di rekaman CCTV namun tidak melakukan perlawanan, Farhan menegaskan bahwa yang bersangkutan merupakan anak berkebutuhan khusus.
“Dia anak berkebutuhan khusus. Saat kejadian hanya bisa diam,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butar-Butar, menyatakan pihaknya telah menerima laporan korban dan kini tengah memburu pelaku.
“Kami sudah menerima laporan. Rekaman CCTV sedang kami dalami untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujarnya.
Polisi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membawa barang berharga di ruang terbuka dan ketika turun dari kendaraan. Aksi jambret yang dilakukan secara terang-terangan di siang bolong ini menjadi alarm keras bahwa kejahatan jalanan di Medan masih menjadi ancaman nyata.
Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih dalam pengejaran. Warga berharap aparat segera menangkap pelaku dan menutup ruang gerak para jambret yang kian nekat dan brutal.
Ilham Gondrong


















