Waspada Modus “Pinjam Bentar” Gawai, Akun dan Saldo Bisa Raib dalam Hitungan Detik

- Editor

Senin, 16 Februari 2026 - 23:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA.COM — Kejahatan digital terus berkembang dengan berbagai cara yang semakin sederhana namun berbahaya. Jika dulu pelaku membutuhkan teknik peretasan rumit, kini cukup dengan satu kalimat singkat: “Pinjam HP sebentar.”

Permintaan yang terdengar biasa itu ternyata menjadi pintu masuk kejahatan siber yang dapat menguras rekening, mengambil alih akun media sosial, hingga membobol aplikasi keuangan korban dalam hitungan detik.

Modus Sederhana, Dampak Luar Biasa
Pelaku biasanya memanfaatkan rasa empati korban. Mereka berpura-pura dalam kondisi darurat, kehabisan baterai, atau mengaku perlu menghubungi keluarga.

Saat ponsel berpindah tangan, pelaku bergerak cepat membuka SMS, mencari kode OTP, mengakses aplikasi dompet digital, atau mengganti kata sandi akun.

Korban sering kali baru menyadari setelah akun terkunci, WhatsApp tak bisa diakses, atau saldo rekening tiba-tiba berkurang.

Lembaga keuangan dan regulator telah berulang kali mengingatkan bahaya kebocoran kode verifikasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi.

Hal serupa juga disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus manipulasi sosial (social engineering).
OTP: Kunci Utama yang Sering Diremehkan
OTP (One Time Password) adalah kode verifikasi sekali pakai yang menjadi lapisan keamanan penting pada akun perbankan, e-wallet, dan media sosial.

Begitu kode ini diketahui pihak lain, pelaku dapat:

Baca Juga:  Toilet Sekolah Direhabilitasi, 1.080 Warga Deli Serdang Dapat Pekerjaan

Mengganti password akun
Mengubah nomor atau email pemulihan
Mengakses dan memindahkan dana
Mengunci pemilik asli dari akunnya sendiri
Artinya, hanya dalam satu langkah kecil, kendali penuh atas akun bisa berpindah tangan.

Rasa Tidak Enakan Jadi Celah Kejahatan
Banyak korban mengaku terjebak karena merasa sungkan menolak permintaan orang yang tampak membutuhkan bantuan. Padahal, para ahli keamanan siber menyebut rasa “tidak enakan” sering menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku.
Menolak meminjamkan ponsel bukanlah tindakan tidak sopan.

Warga tetap bisa membantu tanpa menyerahkan perangkat, misalnya dengan menawarkan untuk meneleponkan langsung tanpa memberikan akses fisik.

Langkah Pencegahan yang Disarankan
Untuk menghindari risiko serupa, masyarakat diimbau:

Mengaktifkan verifikasi dua langkah di semua akun penting.

Menggunakan PIN atau biometrik pada aplikasi keuangan.

Tidak menyerahkan ponsel dalam keadaan terbuka.

Tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun.
Segera menghubungi bank atau penyedia layanan jika merasa akun diretas.

Jangan Tunggu Jadi Korban
Di era digital, ponsel bukan sekadar alat komunikasi. Ia menyimpan identitas, akses finansial, hingga data pribadi yang sangat sensitif. Satu kelalaian kecil bisa berujung kerugian besar.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus “Pinjam Bentar” gawai yang kini semakin marak.

Keamanan data jauh lebih penting daripada rasa sungkan sesaat.
Lindungi diri hari ini, sebelum penyesalan datang kemudian.***

Berita Terkait

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing
Yemima Sitanggang Tembus Top 20, Deli Serdang Bidik Gelar POI 2026
RSU Rahmad Hidayah Diperluas, Layanan Kesehatan dan Lapangan Kerja Diperkuat
Lom Lom Suwondo Ajak Warga Berikan Data Akurat untuk Sensus Ekonomi 2026
Deli Serdang Mengaji Bidik Penguatan Moral ASN
56 Kafilah Deli Serdang Siap Bawa Nama Daerah di MTQ Sumut
SE 2026 Dimulai, BPS Bidik Peta Ekonomi Deli Serdang
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28