Bireuen/Tribuneindonesia.com
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Zulfikar Apayub, menegaskan bahwa H. T. Ibrahim merupakan kader partai yang lahir dari proses panjang dan konsisten sejak awal reformasi internal Partai Demokrat di Aceh.
Menurut Zulfikar, rekam jejak H. T. Ibrahim mencerminkan proses kaderisasi yang utuh. Ia memulai pengabdian dari bawah, pernah menjabat sebagai Ketua DPC Aceh Besar, kemudian Anggota DPRK, dua periode Anggota DPRA, hingga saat ini dipercaya sebagai Anggota DPR RI.
“H. T. Ibrahim adalah contoh kader yang tumbuh melalui proses panjang sejak 2004. Ini bukan proses instan, tetapi perjalanan politik yang dibangun dengan loyalitas, kerja, dan pengabdian terhadap partai serta rakyat,” ujar Zulfikar.
Zulfikar menilai, proses panjang tersebut menunjukkan komitmen dan kesetiaan H. T. Ibrahim terhadap Partai Demokrat, sekaligus menjadi teladan bagi kader-kader lainnya di Aceh.
Zulfikar menambahkan bahwa kepercayaan rakyat yang terus diberikan kepada H. T. Ibrahim dari satu periode ke periode berikutnya tidak terlepas dari kinerja dan kedekatannya dengan masyarakat. Ia menilai, mandat rakyat adalah cerminan dari kerja nyata yang dirasakan langsung oleh konstituen, bukan sekadar posisi politik.
“Bang Bram selalu mendapat mandat rakyat karena beliau bekerja dan hadir untuk rakyat. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui komitmen, konsistensi, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Zulfikar.
Ia menambahkan, Partai Demokrat membutuhkan kader-kader yang konsisten menjaga marwah organisasi, solid dalam barisan, serta bekerja berdasarkan nilai dan mekanisme partai.
Zulfikar berharap, pengalaman dan perjalanan politik H. T. Ibrahim dapat menjadi inspirasi bagi kader muda Demokrat untuk terus berproses, menjaga loyalitas, dan membangun kekuatan partai dari akar rumput hingga tingkat nasional.














