Bantahan Resmi Kakan Kemenag Aceh Tenggara: Isu Pungli OSMA 2025 dan Surat Misterius Tak Berdasar

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Tenggara Nasruddin, S.Ag., M.Pd.I.

 

TRIMBUNEINDONESIA.COM | KUTA CANE — Rabu, 4 Februari 2026 Isu dugaan pungutan liar (pungli) kegiatan OSMA Tahun 2025 yang beredar luas di media sosial dibantah tegas oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Nasrudin, S.Ag., M.Pd. Ia menegaskan, seluruh tudingan tersebut tidak berdasar, bersumber dari surat misterius (surat kaleng), serta tidak didukung fakta dan bukti hukum.

Bantahan resmi itu disampaikan saat Ketua LSM Lembaga Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Aceh (PPKMA), M. Jenen, S.E., didampingi wartawan TRIMBUNE INDONESIA, mendatangi Kantor Kemenag Aceh Tenggara untuk konfirmasi langsung. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag, didampingi stafnya Anand Riskhi.

“Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Kami tidak pernah melakukan pungutan, tidak pernah memerintahkan kepala madrasah, dan tidak pernah mengeluarkan kebijakan apa pun terkait pungutan OSMA,” tegas Nasrudin.

Surat Kaleng dan Narasi Media Sosial Terbantahkan

Nasrudin menyebut surat dugaan pungli yang beredar sebagai surat kaleng karena tidak memiliki kop resmi, nomor surat, stempel instansi, maupun identitas pengirim yang jelas. Ia mengaku telah menghubungi langsung kepala-kepala madrasah yang namanya dicatut dalam surat tersebut.

“Saya sudah menghubungi kepala madrasah yang disebutkan namanya. Mereka tidak mengetahui dan tidak pernah membuat laporan sebagaimana dituduhkan,” ujarnya.

Ketua LSM PPKMA M. Jenen, S.E. menambahkan, pihaknya melakukan verifikasi lapangan dengan menghubungi kepala madrasah yang dicatut.

“Jawaban mereka sama, tidak tahu soal surat itu, bahkan ada yang menegaskan tanda tangan yang tercantum bukan miliknya,” kata M. Jenen.

Salah satu kepala madrasah yang dikonfirmasi secara terpisah juga membantah keras isi surat tersebut.

“Saya tidak tahu siapa yang membuat dan menandatangani surat itu. Yang jelas, itu bukan tanda tangan saya,” ungkapnya.

Klaim Rp25 Juta Tidak Disertai Bukti

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Bunyot: Investasi Negara pada Akar Pendidikan Desa

Dalam surat anonim dan narasi media sosial disebutkan adanya pungutan Rp10.000 per siswa dengan jumlah sekitar 2.500 siswa, sehingga diklaim menghasilkan Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah). Namun hingga kini, tidak ada bukti aliran dana, rekening tujuan, kwitansi, maupun laporan pertanggungjawaban yang dapat membuktikan klaim tersebut.

Nasrudin menilai penyebaran isu tanpa verifikasi telah menggiring opini publik, mencederai asas praduga tak bersalah, serta berpotensi mencemarkan nama baik pribadi dan institusi.

Penegasan Potensi Pidana Surat Palsu dan Pencemaran Nama Baik

Terkait beredarnya surat anonim yang mencatut nama pejabat dan kepala madrasah, Nasrudin menegaskan pihaknya menolak keras segala bentuk fitnah. Secara hukum, pembuatan dan penyebaran surat palsu yang mencantumkan identitas dan tanda tangan pihak lain berpotensi melanggar ketentuan pidana, termasuk pemalsuan surat dan pencemaran nama baik, apabila terbukti dilakukan secara sengaja dan menimbulkan kerugian.

Pihak Kemenag Aceh Tenggara menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum jika penyebaran surat palsu dan informasi menyesatkan tersebut terus berlanjut dan merugikan nama baik institusi maupun individu.

Siap Diklarifikasi, Meski demikian, Nasrudin menegaskan pihaknya terbuka dan siap diklarifikasi oleh aparat penegak hukum maupun instansi pengawas kapan pun diperlukan.

“Kami siap diperiksa dan diklarifikasi sepanjang dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti hukum, bukan isu dan surat anonim,” tegasnya.

Ketua LSM PPKMA menambahkan, pengawasan publik adalah hal yang sah, namun harus dilakukan dengan data, fakta, dan tanggung jawab, bukan dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dengan klarifikasi langsung, verifikasi lapangan, serta bantahan dari pihak-pihak yang namanya dicatut, isu dugaan pungli OSMA 2025 yang beredar di media sosial dinilai tidak memiliki dasar fakta dan bukti hukum yang kuat. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.***

Berita Terkait

​Sabet Juara I Line Dance Polda Sulut, Jadi Kado Perpisahan Manis AKBP Albert Zai untuk Polres Bitung
Semangat Swadaya, Jalan Penghubung Dusun di Desa Seureuke Kembali Layak Dilalui
Dua Bulan Berlalu, Kasus Penghinaan Wartawan di Bireuen Belum Tuntas
​Tongkat Komando Polres Bitung Berganti, AKBP Albert Zai Dipercaya Jabat Kabagdalpers Polda Sulut
​Sinergi Pemkot Bitung, OJK, dan BSG Buka Kran Pembiayaan untuk UMKM Perikanan dan Nelayan
​Layanan Air Bersih di 19 Wilayah Bitung Terganggu Akibat Kebocoran Pipa Utama
​Wali Kota Bitung Tekan Laju Inflasi Melalui Kolaborasi Strategis di HLM TPID 2026
PSSB Bireuen U-12 Menang Atas Bijeh Get Aceh Selatan 3-1
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:33

Delapan PETI Galang Ditutup, Pemerintah Perketat Pengawasan Tambang Ilegal

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:45

Deli Serdang Perkuat Perlawanan Narkoba, BNN Dorong Strategi Rehabilitasi Generasi Muda

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:27

BPN Bali Gunakan Film Tanah Sengketa untuk Edukasi dan Cegah Praktik Mafia Tanah

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:18

Pemdes Mesjid Salurkan BLT Rp13,5 Juta kepada 30 Warga, Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 04:46

Duta GenRe Deli Serdang Didorong Jadi Penggerak Generasi Muda Berkualitas

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:19

Jalan Galang Diperkuat, Galian C Ilegal Dibidik

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:54

Jejak Pengabdian Para Bupati Deli Serdang Dikenang Jelang Usia 80 Tahun

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:09

76 Kepala Desa Dilantik, Asri Ludin Tekankan Integritas Kelola Dana Desa

Berita Terbaru