Proyek Paving Blok Rp279 Juta di Pasirsedang Mangkrak, Upah Pekerja Tak Dibayar, Kades dan Camat Picung Bungkam

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|Tribuneindonesia.com 

Sabtu (10/01/2025), dugaan bobroknya pengelolaan Dana Desa kembali mencuat ke permukaan. Proyek pembangunan paving blok Tahun Anggaran 2024 yang berlokasi di Kampung Cihujan–Samapi, Desa Pasirsedang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, dengan nilai anggaran mencapai Rp279.000.000 yang bersumber dari Dana Desa Tahap I, hingga kini belum juga rampung.

Lebih ironis lagi, proyek yang seharusnya selesai pada tahun anggaran berjalan tersebut diduga meninggalkan persoalan serius, lantaran upah para pekerja belum dibayarkan. Kondisi ini memicu kemarahan warga dan memperkuat dugaan adanya kelalaian hingga potensi penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (10/01/2025) terkait mangkraknya proyek dan hak pekerja yang belum dipenuhi, Kepala Desa Pasirsedang memilih bungkam. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Camat Picung, yang hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan apa pun, meski persoalan tersebut telah menjadi sorotan publik.

Sikap diam para pejabat ini dinilai sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab, sekaligus menambah daftar panjang buruknya tata kelola proyek desa di Kabupaten Pandeglang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) DPC Kabupaten Pandeglang, Andi Irawan, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai proyek mangkrak ini sebagai bukti lemahnya pengawasan dan diduga adanya pembiaran sistematis.

Baca Juga:  RUU Pembentukan Kabupaten dan Kota di Sulut, Komisi II DPR RI Gelar Kunjungan Kerja Spesifik

“Ini uang negara, uang rakyat. Anggarannya Rp279 juta, tapi proyek belum selesai dan pekerja belum dibayar. Kades dan Camat malah diam. Ini patut dicurigai dan harus diusut,” tegas Andi Irawan.

Ia juga mempertanyakan fungsi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Picung serta peran pendamping desa, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal penggunaan Dana Desa.

“Di mana Tim Monev kecamatan? Ke mana pendamping desa? Kalau pengawasan berjalan, proyek seperti ini tidak mungkin mangkrak. Jangan sampai mereka hanya formalitas atau sengaja tutup mata,” kecamnya.

Andi menegaskan, BARA API Pandeglang akan mendorong audit menyeluruh, serta tidak menutup kemungkinan melaporkan persoalan ini ke Inspektorat hingga aparat penegak hukum, apabila tidak ada klarifikasi terbuka dan penyelesaian nyata dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pasirsedang dan Camat Picung masih memilih bungkam, sementara publik menunggu ketegasan pemerintah daerah dalam menindak dugaan proyek mangkrak dan penelantaran hak pekerja tersebut.”(Tim/red)

Berita Terkait

Puskesmas Baru Terjepit Bangunan Liar
Bau Busuk Gudang Kemiri Teror Warga
Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik
MTsN 5 Bireuen Gelar Program “MTsN 5 Bireuen Berbagi”, Salurkan Paket Sembako untuk Siswa Kurang Mampu Jelang
Pemilihan Datok Penghulu di Manyak Payed Digelar 14–15 Februari 2026, Warga Diimbau Fokus pada Kapasitas Calon
Grand Opening Sahabat Kupi: Warung Kopi dengan Nuansa Terbuka di Kota Langsa
Arief Martha Rahadyan: Transformasi Struktural Ekonomi Nasional Dimulai dari Hilirisasi Terintegrasi 2026
KPHP GUNONG DUREN TEKANKAN KEWAJIBAN IPPKH DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:10

Dipicu Konflik Rumah Tangga, Seorang Ayah di Bitung Nekat Ancam Nyawa Anak Sendiri

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:29

​Sang Hantu dari Pesisir Skotlandia

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:29

Resmikan Huntara Bupati Pijay Tegaskan Warga Bebas Pilih Skema Hunian

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:12

Yayasan Dayah Darul Istiqamah Desa Amaliah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Sambut Ramadhan 1447 H/2026 M

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:46

Diagnosa Obat expayeard Bernilai ratusan Juta Rupiah Di Gudang Farmasi Dinkes Agara.

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:03

Bhakti untuk Nusantara, Sulawesi Utara Tegaskan Peran Penjaga Kehormatan Bangsa di Peristiwa Merah Putih

Minggu, 15 Februari 2026 - 03:39

MTsN 5 Bireuen Gelar Lomba Pidato Antar Kelas Sambut Ramadhan 1447 H

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:06

​Ribuan Pelari Padati Mapolda Sulut, Polres Bitung Unjuk Gigi di Police Run 5K 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Di Milad ke-79 HMI, Rico Waas Serukan Kader Kritis yang Menyala untuk Indonesia

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:34

Sosial

​Sang Hantu dari Pesisir Skotlandia

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:29

Headline news

Puskesmas Baru Terjepit Bangunan Liar

Minggu, 15 Feb 2026 - 13:52